Virus Corona
Beda Pandangan Istana dan Pakar soal Celah Mudik di Tengah Pandemi Covid-19, Niat hingga Sanksi
Pemerintah dan pakar kebijakan publik punya opini berbeda soal adanya celah mudik yang lahir dari pernyataan Menhub Budi Karya Sumadi.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
"Tapi ini kita membuat sistem agar bisa mengeliminir niat yang tidak baik bisa kita framing-kan sehingga semua comply (mengikuti) peraturan-peraturan yang berlaku," imbuh Dany.
• Aksi Pembobolan Rekening Meningkat di Tengah Wabah Corona, Jangan Berikan Kode Ini pada Siapapun
Agus: Harus Ada Sanksi
Berbeda dengan Dany, Agus mengatakan orang Indonesia tidak akan kapok apabila tidak dikenakan sanksi.
"Orang Indonesia itu ahlinya, makanya saya selalu katakan apapun bentuk peraturan perundang-undangan itu harus ada sanksinya," ujar Agus.
Agus mengatakan solusi yang harus dilakukan adalah memperketat pengawasan di seluruh moda transportasi seperti jalan tol, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara.
Ia meminta ketika ditemukan pelanggar maka harus ditindak langsung.
Agus percaya selama tidak ada sanksi tegas, orang-orang akan terus berusaha memanfaatkan celah yang ada.
"Karena kalau tidak dihukum tidak ada sanksinya, orang akan terus mengulangi sampai berhasil," tandasnya.
• Jokowi Targetkan Corona Turun Mei, Effendi Gazali Duga Gara-gara Presiden Dengar Prediksi Singapura
Simak video berikut mulai dari menit ke-1.30:
Anggota DPR: Perlu Kebijakan yang Belum Pernah Ada
Sebelumnya Anggota Komisi V F-PPP DPR RI Nurhayati Monoarfa mengatakan kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya membuka kembali semua moda transportasi justru perlu dilakukan untuk mengatasi masalah ekonomi yang saat ini semakin memberatkan masyarakat Indonesia.
Dikutip dari YouTube Official iNews, Rabu (6/5/2020), awalnya Nurhayati mengiyakan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang cara yang digunakan untuk mengakhiri pandemi Covid-19.
"Kita ketahui PSBB ini adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai Covid-19," jelas Nurhayati.

Nurhayati melanjutkan pandemi Covid-19 juga menyebabkan ekonomi masyarakat tergerus.
Banyak masyarakat harus kehilangan pekerjaan lantaran pandemi Covid-19.
"Dan kita juga ketahui bahwa Covid-19 ini sudah berdampak terhadap sosial ekonomi masyarakat di tengah pandemi yang sudah dua setengah bulan terjadi di Indonesia," paparnya.