Virus Corona
Pasca PSBB, Pengusaha Restoran Keluhkan Saingan Makin Banyak, hingga Terpaksa Promo Buy 1 Get 2 Free
Pengusaha restoran Emil Arifin bercerita bagaimana persaingan di dunia kuliner justru semakin sengit setelah PSBB diterapkan
Penulis: anung aulia malik
Editor: Claudia Noventa
"Di sisi lain, begitu dilakukan pembatasan sosial bahkan ketika pertengahan Maret sudah mulai mengurangi kegiatan di luar," jelas Anies.
"Saudara-saudara kita, terutama yang tadi bergerak di bidang informal merasakan sekali dampaknya."
Anies menyatakan, dirinya beserta Pemprov DKI Jakarta sangat ingin melindungi warga miskin dari dampak Virus Corona.
Bahkan menurutnya, Pemprov DKI Jakarta ingin memfasilitasi para pedagang kecil agar bisa bekerja meski dalam kondisi wabah Virus Corona.
"Dan kami dari awal di Pemprov DKI itu justru beprihaknya pada mereka yang lemah, mereka yang dipinggirkan atau mereka yang terpinggirkan," ujar Anies.
"Bahkan diramaikan ketika kita memberi kesempatan bagi kaki lima karena kita justru ingin memfasilitasi mereka untuk punya kesempatan tumbuh berkembang di kota ini."
Meskipun ingin membuat warga miskin setara dengan yang lainnya, Anies tak dampak menampik potensi penularan Virus Corona akan semakin besar jika para pedagang kecil tetap bekerja.
"Kita ingin kita ini setara untuk semua, jadi kita dari awal justru ingin sektor mikro, kecil, informal, punya kesempatan berkembang," jelas Anies.
"Di sisi lain, kalau kegiatan perekonomian atau interaksi warganya di bidang ekonomi, sosial, budaya, tetap berjalan terus seperti biasa maka kita memiliki potensi untuk mengikuti rute-rute yang dialaami negara lain yang hari ini angka mortalitasnya tinggi."
Lebih lanjut, Anies mengaku menyelamatkan nyawa warganya dari Virus Corona merupakan prioritasnya kini.
Sebab, nyawa manusia yang hilang tak dapat dikembalikan lagi layaknya pekerjaan.
"Nah kami merasa, menyelamatkan nyawa, menyelamatkan saudara sebangsa adalah prioritas yang pertama," tutur Anies.
"Kehilangan pekerjaan memang amat berat, tapi kehilangan nyawa tidak tahu bagaimana mengembalikannya."
Anies menambahkan, pekerjaan bisa dicari lagi jika ada kesempatan lain.
Namun, hal itu tak bisa dilakukan pada nyawa manusia.
"Kalau kehilangan pekerjaan insyaAllah kita cari jalannya untuk bisa dikembalikan pekerjaan itu," ungkap Anies.
"Tapi kalau kehilangan nyawa saya rasa belum ada yang punya rumusnya untuk mengembalikan itu," tukasnya.
Simak video berikut ini menit ke-7.03:
(TribunWow.com)