Tips Kesehatan
5 Cara Mengurangi atau Menghilangkan Perut Kembung, Hindari Menelan Udara dan Gas
Kembung seringkali dapat menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan dan perasaan 'penuh' pada perut. Berikut ini 5 cara untuk mengatasinya.
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kembung adalah sebuah kondisi di mana perut Anda terasa seperti membengkak setelah makan.
Biasanya hal itu disebabkan oleh produksi gas berlebih atau gangguan dalam pergerakan otot-otot sistem pencernaan.
Dikutip TribunWow.com dari Healthline.com, kembung seringkali dapat menyebabkan rasa sakit, ketidaknyamanan dan perasaan 'penuh' pada perut.
Ini juga dapat membuat perut Anda terlihat lebih besar.
• Panduan Puasa Ramadan bagi Penderita Maag, Beberapa Makanan Ini Harus Dihindari
Kembung tidak sama dengan retensi air, tetapi kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian.
Sederhananya, kembung tak hanya melibatkan cairan, tapi juga zat padat dan gas yang berlebihan dalam sistem pencernaan Anda.
Namun, pada sebagian orang, kembung sebagian besar disebabkan oleh peningkatan sensitivitas.
Itu hanya terasa seperti jika ada peningkatan tekanan di perut, meskipun sebenarnya tidak ada.
Sekitar 16–30 persen orang melaporkan bahwa mereka secara teratur mengalami kembung, jadi ini adalah hal sangat umum terjadi.
Meskipun kadang-kadang disebabkan oleh kondisi medis yang serius, kembung paling sering disebabkan oleh pola diet dan beberapa makanan atau bahan yang tidak toleran pada Anda.
Untuk itu, berikut ini 5 cara terbukti untuk mengurangi atau menghilangkan kembung.
1. Jangan Terlalu Banyak Makan dalam Satu Waktu
Merasa 'penuh' bisa terasa seperti sedang kembung, tetapi masalahnya sebenarnya adalah Anda yang terlalu banyak makan.
Jika Anda makan banyak dan cenderung merasa tidak nyaman sesudahnya, cobalah porsi yang lebih kecil.
Tambahkan lagi makanan ringan harian jika memang Anda merasa perlu.
Sejumlah orang yang mengalami kembung tidak benar-benar memiliki perut yang membesar atau tekanan yang meningkat di perut.
Namun, masalahnya sebagian besar disebabkan oleh faktor sensorik.
• Sempat Isolasi Diri karena Demam, Dokter Tirta Akhirnya Putuskan ke Rumah Sakit
Seseorang dengan kecenderungan untuk kembung akan mengalami ketidaknyamanan dari jumlah makanan yang lebih kecil dibandingkan dengan orang yang jarang merasa kembung.
Untuk alasan ini, cukup makan makanan kecil bisa sangat berguna.
Mengunyah makanan dengan lebih baik dapat memiliki efek dua kali lipat.
Ini mengurangi jumlah udara yang Anda telan bersamaan dengan makanan (penyebab kembung), dan juga membuat Anda makan lebih lambat, yang terkait dengan berkurangnya asupan makanan dan porsi yang lebih kecil.
2. Singkirkan Alergi Makanan dan Intoleransi terhadap Makanan Biasa
Alergi dan intoleransi makanan relatif umum.
Ketika Anda makan makanan yang tidak toleran terhadap Anda, itu dapat menyebabkan produksi gas berlebih, kembung dan gejala lainnya.
Berikut adalah beberapa makanan dan bahan umum yang perlu dipertimbangkan:
- Laktosa: Intoleransi laktosa dikaitkan dengan banyak gejala pencernaan, termasuk kembung. Laktosa adalah karbohidrat utama dalam susu.
- Fruktosa: Intoleransi fruktosa dapat menyebabkan kembung.
- Telur: Gas dan kembung adalah gejala umum alergi telur.
- Gandum dan gluten: Banyak orang tidak toleran terhadap gluten, protein dalam gandum, spelt, barley, dan beberapa biji-bijian lainnya. Hal ini dapat menyebabkan berbagai efek buruk pada pencernaan, termasuk kembung.
Baik laktosa dan fruktosa menjadi bagian dari kelompok karbohidrat atau serat yang tidak dapat dicerna yang lebih besar yang dikenal sebagai FODMAP.
Intoleransi FODMAP adalah salah satu penyebab paling umum dari kembung dan sakit perut.
Jika Anda sangat curiga bahwa Anda memiliki alergi makanan atau intoleransi, kunjungi dokter.
• 7 Cara Cuci Tangan yang Baik, Jaga Kebersihan Tubuh untuk Antisipasi Virus Corona
3. Hindari Menelan Udara dan Gas
Ada dua sumber gas dalam sistem pencernaan.
Satu di antaranya adalah gas yang diproduksi oleh bakteri dalam usus.
Yang lainnya adalah udara atau gas yang tertelan saat Anda makan atau minum.
Yang paling banyak menyumbangkan gasnya adalah minuman berkarbonasi seperti soda atau minuman lain yang mengandung soda.
Mereka mengandung gelembung dengan karbon dioksida, gas yang bisa dilepaskan dari cairan setelah mencapai perut Anda.
Mengunyah permen karet, minum melalui sedotan dan makan sambil berbicara atau saat terburu-buru juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah udara yang tertelan.
4. Jangan Makan Makanan yang Memiliki Banyak Kandungan Gas
Beberapa makanan berserat tinggi dapat membuat orang menghasilkan gas dalam jumlah besar.
Pemain utama termasuk kacang-kacangan seperti kacang dan lentil, serta beberapa biji-bijian.
Cobalah menyimpan buku harian makanan untuk mencari tahu apakah makanan tertentu cenderung membuat Anda lebih kembung daripada yang lain.
Makanan berlemak juga bisa memperlambat pencernaan dan pengosongan lambung.
Ini dapat memiliki manfaat untuk kenyang (dan mungkin membantu penurunan berat badan), tetapi dapat menjadi masalah bagi orang-orang dengan kecenderungan untuk kembung.
Cobalah makan lebih sedikit kacang dan makanan berlemak untuk melihat apakah itu membantu.
5. Cobalah Diet Rendah FODMAP
Irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan pencernaan yang paling umum di dunia.
Tidak diketahui penyebabnya, tetapi diyakini mempengaruhi sekitar 14 persen orang, yang sebagian besar tidak terdiagnosis.
Gejala umumnya termasuk kembung, sakit perut, tidak nyaman, diare dan / atau sembelit.
Mayoritas pasien IBS mengalami kembung, dan sekitar 60persen dari mereka melaporkan kembung sebagai gejala terburuknya, bahkan lebih tinggi daripada nyeri perut.
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang disebut FODMAP dapat secara drastis memperburuk gejala pada pasien IBS.
Sebuah diet rendah FODMAP telah terbukti menyebabkan pengurangan besar dalam gejala seperti kembung, setidaknya pada pasien IBS.
Jika Anda memiliki masalah dengan kembung, dengan atau tanpa gejala pencernaan lainnya, diet rendah FODMAP mungkin merupakan cara yang baik untuk memperbaikinya.
• Aturan dan Tips Jalani Puasa Sehat bagi Penderita Diabetes selama Bulan Ramadan
Berikut adalah beberapa makanan FODMAP tinggi yang umum :
- Gandum
- Bawang
- Bawang putih
- Brokoli
- Kubis
- Kembang kol
- Artichoke
- Kacang polong
- Apel
- Buah pir
- Semangka
Diet ini bisa sulit diikuti jika Anda terbiasa makan banyak makanan yang berasal dari bahan-bahan tersebut.
Namun, cara ini tetap patut dicoba jika Anda memiliki masalah kembung atau pencernaan lainnya.
(TribunWow.com)