Konflik RI dan China di Natuna
Tak Hanya China, Sandiaga Uno Sebut Anggota ASEAN Juga Ikut Klaim Natuna: ASEAN Selama Ini Diam
Sandiaga Uno meminta agar Indonesia melibatkan ASEAN untuk menyelesaikan persoalan di Natuna di mana negara anggotanya turut mengklaim daerah tersebut
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Pertama ia mengatakan pemerintah Indonesia harus mengambil langkah tegas dalam menangani konflik di Natuna.
"Pada akhirnya nanti kita harus lebih tegas," kata Sandiaga.
"Lebih banyak melibatkan peran pemerintah dan lakukan diskusi diplomatik, dan lakukan pertemuan dengan dukungan masalah batas wilayah," lanjutnya.
Ia berharap agar ASEAN dapat membantu permasalahan yang terjadi di Indonesia.
Sandiaga mengatakan organisasi internasional tersebut selama ini belum pernah melakukan upaya untuk membantu Indonesia menangani masalah yang terjadi di Natuna.
"Dan kita berharap ASEAN juga bisa digunakan sebagai forum pertemuan tersebut," katanya.
"ASEAN selama ini diam soal masalah ini (Natuna)," pungkasnya.
• Sebut Tidak Jelas, PKS Kritik SOP Pengusiran Kapal China di Natuna: Baiknya Dekati, Terus Tabrak
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-4.45:
Rocky Gerung Sayangkan Pengusiran Kapal Cina
Pengamat Politik Rocky Gerung kembali mengungkit konflik Indonesia dan China di perairan Natuna.
Sebelumnya, China sempat mengklaim kepemilikan perairan Natuna hingga memerintahkan kapal nelayannya mencari ikan di wilayah tersebut.
Dilansir TribunWow.com, terkait hal itu, Rocky Gerung lantas menyoroti sikap pemerintah Indonesia.
Menurut Rocky Gerung, kapal China tak seharusnya diusir dari laut Natuna.
• Kritik Upaya China Kuasai Natuna, Menlu Jepang Toshimitsu Motegi: Jelas Milik Indonesia
• Bertemu Dubes China Bahas Konflik di Natuna, Mahfud MD: China Minta Nelayan Mereka Ganti Kerjaan
Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Rocky Gerung Official, Sabtu (18/1/2020).
Ia menilai, konflik Natuna menimbulkan kecemasan di benak masyarakat Indonesia.