Konflik RI dan China di Natuna
Tak Hanya China, Sandiaga Uno Sebut Anggota ASEAN Juga Ikut Klaim Natuna: ASEAN Selama Ini Diam
Sandiaga Uno meminta agar Indonesia melibatkan ASEAN untuk menyelesaikan persoalan di Natuna di mana negara anggotanya turut mengklaim daerah tersebut
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Hal itulah yang menyebabkan sejumlah pihak menginginkan Indonesia harus memerangi China.
"Bangsa ini ada di dalam kecemasan bahkan dalam soal-soal semacam Natuna kemarin itu," ucap Rocky.
"Akhirnya semua orang menganggap bahwa kita mesti perang."
Padahal menurut Rocky, perairan Natuna tak sepenuhnya milik Indonesia.
Lantas, ia memastikan kekalahan Indonesia jika perang melawan China.
"Jadi energi kita dialihkan oleh opini publik negara untuk pergi ke Natuna itu. Padahal bukan itu wilayah kita," ujar Rocky.
"Kalau kita perang itu 14 jam kita udah pasti nyerah, karena peluru kita cuma mampu 14 jam."
Menurut Rocky, dibandingkan dengan konflik Natuna, masalah tenaga kerja asing lebih pantas mendapat sorotan.

• Anies Baswedan Dibully karena Banjir, Rocky Gerung Tantang Jokowi Jelaskan soal Ini: Ngerti Gak?
Sebab, keberadaan tenaga kerja asing itu berhubungan dengan perekonomian negara.
"Karena itu masalahnya bukan Natuna tapi tenaga kerja asing dari Tiongkok yang jadi problem di seluruh Indonesia," kata Rocky.
"Nah isu itu enggak mau diangkat oleh pemerintah karena isu itu lebih berbahaya secara ekonomi."
Kembali menyinggung soal Natuna, Rocky menjelaskan logika soal Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang dilanggar China.
"Jadi pemerintah ambil resiko main di Natuna, padahal kalau kita belajar hukum internasional wilayah kedaulatan kita itu memang cuma 12 mil," ucapnya.
"Selebihnya ada laut bebas tapi kita punya hak untuk mengolah itu, itu disebut Zona Ekonomi Eksklusif karena kita negara berdaulat."
Lebih lanjut, Rocky menyinggung pengusiran kapal China dari perairan Natuna oleh kapal perang Indonesia.