Breaking News:

WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris

Mantan Dosen University of Oxford Akui Mengerikannya Reynhard Sinaga, Ungkap Alasan Kasus Ditutupi

Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
Instagram via BBC Indonesia/Channel Youtube Kompas TV
Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey (kanan) mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga (kiri). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga.

Hal itu diungkapkan Peter Carey saat menjadi narasumber di acara acara Rosi Kompas TV pada Kamis (9/1/2020).

Sebagaimana diketahui Reyhard Sinaga merupakan pelajar asal Indonesia yang memperkosa hampir 200 pria di Inggris hingga dijatuhui hukuman pidana seumur hidup.

Manchester United Bantah Klaim Reynhard Sinaga Pernah Bekerja di The Red Devils

 

Perkosa Ratusan Pria, Apa Kepuasan Psikopat seperti Reynhard? Pakar Saraf: Dia Merasa Rileks

Peter Carey mengatakan, empat kali sidang dengan juri yang berbeda merupakan sesuatu yang baru dalam sejarah persidangan Inggris.

Hal itu mengingat saking beratnya kasus perkosaan Reynhard Sinaga itu.

Sedangkan juri di pengadilan Inggris berperan untuk mempertimbangkan bukti dan kesaksian untuk menentukan pertanyaan tentang fakta.

Biasanya terdapat 12 juri dalam sistem pengadilan Inggris.

"Tadi Pak Peter juga sempat menyebut yang mana itu juga kita baca di persidangan, empat persidangan, jurinya beda sama sekali."

"Apakah ini juga hal yang biasa atau memang terjadi dalam kasus yang dibilang terbesar sepanjang sejarah Inggris," tanya Rosi sebagai presenter.

Peter kemudian mengatakan bahwa saking beratnya kasus Reynhard, maka juri yang didatangkan dalam setiap sidang berbeda-beda.

Jika juri terlibat dalam empat kali sidang bisa kacau.

"Sebenarnya untuk kasus ini begitu berat, begitu emosi, begitu mengerikan, begitu menyesatkan."

"Tidak mungkin seorang juri empat kali terlibat, dan itu menjadi kacau sistem pengadilan," jelas Peter.

Pakar Ilmu Saraf Jelaskan Mengapa Reynhard Sinaga Selalu Tenang, Fungsi Bagian Tubuh Ini Tak Bekerja

 

Pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman seumur hidup atas Reynhard Sinaga dalam empat sidang terpisah sejak Juni 2018 sampai Desember 2019.
Pengadilan Manchester menjatuhkan hukuman seumur hidup atas Reynhard Sinaga dalam empat sidang terpisah sejak Juni 2018 sampai Desember 2019. (GREATER MANCHESTER POLICE)

Sehingga, juri akan dibebas tugaskan setelah mengerjakan satu sidang.

"Jadi mereka dengan sengaja setiap kali ada proses pengadilan mereka memilih satu juri baru dan juri yang lama dibebaskan dari tugas. Begitu beratnya," ucapnya.

Halaman
1234
Tags:
Reynhard SinagaOxford UniversityInggris
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved