Breaking News:

WNI Perkosa Puluhan Pria di Inggris

Mantan Dosen University of Oxford Akui Mengerikannya Reynhard Sinaga, Ungkap Alasan Kasus Ditutupi

Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga.

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
Instagram via BBC Indonesia/Channel Youtube Kompas TV
Mantan Pengajar University of Oxford, Peter Carey (kanan) mengakui betapa mengerikannya kasus yang dihadapi Reyhard Sinaga (kiri). 

Lihat videonya mulai menit ke 7:34:

 

Korban Buka Suara soal Aksi Keji Reynhard Sinaga

Satu di antara ratusan pria korban pemerkosaan Reynhard Sinaga mengungkap fakta memilukan.

Dilansir TribunWow.com dari Manchester Evening News, korban tersebut mengaku sempat depresi berat saat mengetahui dirinya telah diperkosa oleh rekan sesama jenis, Reynhard Sinaga.

Saat tindakan pemerkosaan dilakukan Reynhard Sinaga, ia dalam kondisi tak sadar.

Bahkan, ia mengetahui baru dirinya telah diperkosa, setelah pihak kepolisian mendatanginya untuk meminta keterangan.

  Perkosa Ratusan Pria di Inggris, Reynhard Sinaga juga Ambil Barang Korbannya untuk Kenang-kenangan

 Pernah Jadi Tempat Kuliah Reynhard Sinaga, Ini Tanggapan UI soal Kasus Perkosaan Terbesar di Inggris

Terpukul atas kejadian itu, korban bahkan sempat berusaha mengakhiri hidup.

Tepatnya pada Hari Natal 2018, ia mencapai titik terendah ketika seseorang berkomentar tentang serangan itu.

"Saya tidak tahu mereka tahu," katanya.

Malam itu ia mencoba bunuh diri, namun justru berakhir di rumah sakit.

“Aku ingat ibuku menangis sepanjang malam."

"Aku tidak pernah berada di tempat seburuk ini seumur hidupku."

"Ini adalah dua tahun terburuk dalam hidupku."

Korban merasa heran, bagaimana bisa dirinya diperkosa oleh Reynhard.

“Itu menghancurkan saya," ucap seorang korban.

"Bagaimana kamu bisa sebodoh itu?"

Halaman
1234
Tags:
Reynhard SinagaOxford UniversityInggris
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved