Breaking News:

Dewan Pengawas KPK

Jawaban Jokowi saat Ditanya soal Dewas KPK Berasal dari Penegak Hukum Aktif: Salah Dengar Kamu

Salah seorang wartawan mencoba menanyakan kepada Presiden Jokowi soal Dewas KPK yang berasal dari penegak hukum yang aktif.

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Ananda Putri Octaviani
Youtube/KOMPASTV
Presiden Joko Widodo seusai melantik Lima Badan Pengawas KPK, Jumat (20/12/2019). Jawaban Jokowi saat Ditanya Dewas KPK Berasal dari Penegak Hukum Aktif: Salah Dengar Kamu 

TRIBUNWOW.COM - Salah seorang wartawan mencoba menanyakan kepada Presiden Jokowi soal Dewan Pengawas KPK yang berasal dari penegak hukum.

Hal itu ditanyakan ketika Presiden Jokowi selesai melakukan pelantikan kepada lima Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Jumat (20/12/2019).

Dikutip TribunWow.com dari tayangan YouTube KompasTV, mendengar pertanyaan tersebut, Jokowi langsung memberikan tanggapanya.

Anggota Dewas KPK Harjono, Mantan Hakim MK yang Dikenal sebagai Pelaku Perubahan UUD 1945

Jokowi mengatakan pejabat di KPK bisa berasal dari penegak hukum, baik yang masih aktif maupun tidak.

Dirinya lalu menjelaskan, jika hal tersebut sudah ada di dalam Undang-Undang.

Kemudian Jokowi malah meminta kepada wartawan tersebut untuk membaca Undang-Undangnya.

"Ya memang ada persyaratan normatif di undang-undang, enggak baca undang-undanganya berarti," ujar Jokowi.

"Coba baca undang-undangnya," mintanya.

Lebih lanjut, Jokowi menerangkan semua persyaratan untuk pejabat KPK sudah termuat di dalam Undang-Undang.

Jokowi mengatakan tidak ada larangan bagi seorang penegak hukum, baik itu hakim, jaksa ataupun polisi untuk menjabat di KPK.

"Ada persyaratan itu, penegak hukum itu bisa dari hakim, bisa dari jaksa, bisa dari kepolisian," jelasnya.

Profil Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Pernah Gantikan Posisi Antasari Azhar

Masih belum puas dengan jawaban Jokowi, sanggahan kembali dilontarkan.

Dirinya mengaku sempat mendengar Jokowi mengatakan jika hal tersebut tidak berlaku untuk penegak hukum yang masih aktif.

"Tapi kemarin bapak bilang bukan penegak hukum aktif," tanya wartawan kembali.

Jokowi kemudian memberikan jawaban yang hampir sama, namun dengan penekanan yang berbeda.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan wartawan tersebut yang salah mendengar.

"Enggak, aktif, ini gak baca undang-undangnya, aparat hukum ada di undang-undang."

"Salah dengar kamu," kata Jokowi.

Sebut Dewas KPK bak Jamur, Haris Azhar: Saya Melihat Ini Down Grade

Setelah itu, Jokowi pun mengungkapkan harapannya kepada lima Dewas KPK yang terpilih.

Dirinya berharap mereka semua mampu bekerja dengan baik dalam pengawasannya terhadap tugas-tugas yang dilakukan oleh KPK.

"Ya kita berharap penguatan KPK betul-betul nyata, pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara sistematis," kata Jokowi.

"Sehingga memberikan dampak yang baik bagi ekonomi, bagi negara kita."

"Saya meyakini InsyaAllah beliau-beliau ketua KPK dan komisioner KPK bisa membawa KPK lebih baik dengan didampingi dewan pengawas," harapnya.

Simak videonya mulai menit ke: 1.55:

Sifat Kenabian Dewas KPK

Sementara itu, sebelumnya, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin buka suara soal Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir TribunWow.com, Ali Ngabalin meyebut lima Dewas KPK tersebut sebagai manusia setengah dewa.

Bahkan, ia juga menyebut Dewas KPK yang terpilih memiliki sifat kenabian.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (19/12/2019).

 Resmi Dilantik Jadi Dewas KPK, Ini Sepak Terjang Artidjo Alkostar, Dikenal sebagai Musuh Koruptor

Menurut Ali Ngabalin, penunjukan Dewas KPK  merupakan upaya pemerintah menjawab keraguan masyakat atas Undang-Undang KPK hasil revisi.

Ia pun menyinggung nama Ketua Badan Legislasi DPR, Supratman Andi Agtas.

"Ya paling tidak itu memberikan jawaban terhadap harapan atau gundah gulananya masyarakat luas," ujar Ali Ngabalin.

"Karena waktu beliau (Supratman) sebagai Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI saya melaksanakan suasana batin waktu kami di Baleg."

Lantas, Ali Ngabalin menyebut Dewas KPK yang dipilih akan menjawab semua keraguan masyarakat.

"Dalam rangka memberikan jawaban kepada publik karena undang-undang waktu direvisi kan luar biasa kerasnya," kata Ali Ngabalin.

 Mantan Pimpinan KPK M Jasin Soroti Fungsi Pemberian Izin Dewas: Bagaimana Bisa Bekerja?

"Orang meragukan pemerintah, orang meragukan DPR sampai luar biasa kan."

Menurut Ali Ngabalin, lima Dewas KPK sudah selesai dengan urusan dunia masing-masing. 

Untuk itu, Ali Ngabalin percaya diri menyebut Dewas KPK sebagai manusia setengah dewa.

"Sehingga kenapa saya harus mengatakan bahwa lima orang, satu ketua dan empat anggota ini benar-benar adalah manusia yang sudah selesai dengan urusan dirinya," ujar Ali Ngabalin.

Tak hanya itu, ia juga menyebut lima Dewas KPK itu memiliki sifat kenabian.

Sudah selesai dengan urusan dunianya, itu artinya dia manusia setengah dewa.

"Manusia yang memiliki sifat 50 sampai 70 persen sifat kenabian ada pada dirinya," kata Ali Ngabalin.

(TribunWow/Elfan Nugroho/Jayanti)

Tags:
JokowiDewan Pengawas KPKKPK
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved