Ahok Jadi Bos BUMN
Pengamat Ungkap Tugas Berat Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina, Singgung Praktik Mafia Migas
Tugas berat bakal menanti Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang telah resmi menjabat sebagai komisaris utama Pertamina. Ini kata pengamat.
Editor: Mohamad Yoenus
Contohnya, Blok migas Rokan di Riau yang sebelumnya dikelola oleh Chevron, akan diambil alih oleh Pertamina pada 2021, menyusul sebelumnya Blok Mahakam.
Sehingga, kata Komaidi, sekitar 40% cadangan produksi domestik akan berada di Pertamina.
"Konsekuensinya adalah kebutuhan modal atau kapitalnya akan meningkat signifikan. Tentu ini menjadi tantangan utama Pertamina, karena harus menangani dari hulu ke hilir, termasuk proyek infrastruktur kilang, distribusi," ujar Komaidi
"Pengadaan di hilir juga tak kalah berat, karena sebagian besar distribusi ditangani oleh Pertamina," imbuhnya.
Saat ini Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2019, di peringkat 175.
Tahun lalu Pertamina membukukan pendapatan US$57,933 miliar atau meningkat hingga 34,9% dibandingkan dengan 2017. Di tahun yang sama, Pertamina meraup laba bersih US$2,526 miliar dengan aset mencapai US$64,7 miliar dan 31.569 karyawan yang tersebar di seluruh dunia. (*)
Artikel ini telah tayang di BBC Indonesia dengan judul Ahok jabat komisaris utama Pertamina: 'Angin segar' untuk ungkap praktik mafia migas yang menggurita, tapi Ahok mengaku bukan 'godfather'