Kasus First Travel

Pengacara Pihak First Travel Beberkan Kliennya akan Kembalikan Dana ke Jamaah

Pihak First Travel mengungkapkan akan mengajukan peninjauan kembali (PK), pengembalian uang pada jemaah jadi poin penting.

YouTube Indonesia Lawyers Club
Pengacara First Travel, Pahrur Dalimunthe 

"Saat kejadian di Januari 2017, tidak ada satu jemaah pun yang di-reschedule lebih dari lima kali, bisa ditanya pada 63 ribu jemaah."

"Tapi kenapa terlambat? Visanya saat itu dihambat," jelas Pahrur Dalimunthe.

Mengaku Pengusaha hingga Advokat, Ini Tangapan Barbie Kumalasari saat Disebut Halu oleh Netizen

Pahrur Dalimunthe kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai permasalahan ini.

"Hingga akhirnya bergulir-bergulir mereka mencoba untuk menyelesaikan masalah visa, kemudian akhirnya baru muncullah sanksi dari Kementerian Agama," jelas Pahrur.

Ia lalu mengklaim, sebelum adanya sanksi dari Kementerian Agama, terdapat perjanjian antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan First Travel yang menyatakan First Travel menyanggupi untuk memberangkatkan para jemaah.

"Karena secara keuangan, masih sehat saat itu," sebut Pahrur.

Sementara itu, korban First Travel, Asro Kamal Rokan yang juga hadir dalam acara ILC membantah pernyataan Pahrur mengenai kendala visa.

"Tadi disampaikan soal visa, pengalaman saya, itu kita dijanjikan dari Desember 2016 samapi Maret 2017, itu apa kita dihubungi? Enggak," tegas Asro.

Saat itu, Asro Kamal Rokan beserta seluruh jemaah sudah datang menemui pihak First Travel mengenai kejelasan keberangkatan mereka.

First Travel pun berjanji untuk memberangkatkan mereka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved