Terkini Daerah
20 Anak-anak Dijadikan Pengemis di Medan, Ibu dari 2 Bocah Akui Pasrah karena Kesulitan Ekonomi
20 anak-anak dijadikan pengemis minta-minta di jalan pas malam. Ibu dari 2 bocah ungkap anaknya ingin bantu uang sekolah.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 20 anak-anak kisaran usia satu setengah tahun hingga belasan tahun dijadikan pengemis di beberapa jalanan di Medan, Sumatera Utara.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (20/9/2019), Jeni br Sitohang, satu di antara ibu dari 20 orang anak itu mengaku pasrah dua anaknya menjadi pengemis.
Jeni membiarkan kedua anaknya yang berusia 12 tahun dan 13 tahun itu mengemis lantaran kesulitan ekonomi.

• 20 Anak-anak di Medan Dijadikan Pengemis oleh Keluarga, Keluar Malam Minta-minta di Jalan
Awalnya, Jeni hanya tahu kedua anaknya pamit untuk mengamen.
Namun saat ia melihat langsung, ternyata anak-anaknya malah mengemis.
Jeni mengaku membiarkan kedua anaknya mengemis karena faktor ekonomi sejak tiga bulan lalu.
Sekali mengemis, kedua anak Jeni bisa mendapat uang Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu.
Jeni menuturkan kedua anaknya itu ingin membantu orangtua untuk membayar uang sekolah.
Sebagian penghasilan mereka juga diberikan kepada sang ibu.
• Orangtua Paksa Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Korban Diikat Rantai dan Disiksa jika Menolak
"Anak saya ini bilang, 'Mak aku mau membantu karena uang sekolah kurang'. Istilahnya, dapat Rp 10 ribu kasih emak lah," ungkap Jeni.
Jeni mengaku salah dengan membiarkan kedua anaknya menjadi pengemis namun tak bisa berbuat apa-apa.
"Memang saya tahu, saya akui itu salah. Salah orangtua. Tapi karena ekonomi, itu salah bagi negara ya, tapi karena kami kekurangan," terang Jeni.
Meski demikian, Jeni tidak pernah memaksa kedua anaknya untuk bekerja.
"Anak itu tidak boleh dipaksa kerja. Orangtua yang bekerja kan gitu ya. Tapi kami tidak memaksa, seberapa mau pergi, pergi, tidak, tidak," sambungnya.
• 4 Fakta Video Syur Diduga PNS Jawa Barat, Tersebar via WhatsApp hingga Tanggapan Pemprov Jabar
Sebelumnya diberitakan, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengungkap kasus 20 anak mengemis itu berkat laporan masyarakat yang menyebut ada pengemis di beberapa titik di Medan.