Bencana Kabut Asap Karhutla
Dampak Kabut Asap di Kalbar, Jemaah Haji Batal Mendarat hingga Sekolah Diliburkan
Bencana Kabut Asap yang melanda Kalbar dalam beberapa pekan terakhir benar-benar membawa petaka bagi masyarakat. Ini faktanya.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Bencana Kabut Asap yang melanda Kalimantan Barat (Kalbar) dalam beberapa pekan terakhir benar-benar membawa petaka bagi masyarakat.
Tak hanya berbahaya bagi kesehatan, kabut asap juga menggangu aktivitas penerbangan hingga dunia pendidikan.
Kabut asap yang dihasilkan akibat dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini bahkan menghanguskan bangunan sekolah.
• Media Internasional Soroti Masalah Kabut Asap, Indonesia Dibandingkan dengan Malaysia soal Titik Api
Jamaah Haji Batal Mendarat
Terbaru, pesawat yang mengangkut 88 jemaah haji asal Kalimantan Barat batal mendarat di Bandara Internasional Supadio sekitar pukul 10.00 WIB, Minggu (15/9/2019).
Pesawat Sriwijaya Air yang bertolak dari Bandara Hang Nadim Batam ini diadang asap saat hendak mendarat di Bandara Supadio dan terpaksa mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
Pilot sempat berupaya untuk mendarat dengan berputar-putar di wilayah udara Pontianak sebanyak delapan kali, namun jarak pandang yang hanya 500 meter tak memungkinkan pendaratan.
Demi keselamatan penumpang, pilot memilih mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
"Setelah berputar sebanyak delapan kali, maka dengan sangat terpaksa harus kembali. Tidak kembali ke Batam, namun dibawa dulu ke Jakarta," ujar Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Barat Mahmudah.
Mahmudah memastikan terus memantau kondisi jemaah haji.
"Kami terus berkoordinasi kapan jemaah akan dapat diterbangkan kembali ke Pontianak. Walaupun malam, akan diterbangkan. Tergantung kondisi cuaca asap," pungkasnya.
Pada Minggu, ada 19 penerbangan dan 18 kedatangan yang dibatalkan.
Hanya beberapa penerbangan yang bisa dilakukan sesuai jadwal, khususnya penerbangan pagi hari pukul 08.45 sampai 12.00 WIB yakni 7 keberangkatan dan 3 kedatangan.
"Setelah itu, dikarenakan jarang pandang mengalami penurunan hingga di bawah 1.000 meter, maka banyak penerbangan yang cancel, delay dan kembali ke Bandara asal."
"Untuk yang berangkat 25 penerbangan, cancel 19 penerbangan, delay ada 6. Kedatangan ada 18 yang cancel, delay 7. Itu termasuk pesawat yang kembali ke Bandara asal,"ungkap Plt Kadiv Operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak Andry Felani.
• Kabut Asap akibat Kebakaran Hutan Merambat hingga Negara Lain, Malaysia Kirim Catatan pada Indonesia