Mobil Esemka

Tak Terima Jokowi Disalahkan soal Mobil Esemka, Sukiyat: Grup Partai Sirik yang Bikin Masalah

Sukiyat penemu mobil Esemka tak terima Jokowi disalahkan, ia sebut ada orang-orang sirik. Sukiyat juga tegaskan banyak yang pesan mobilnya.

Tak Terima Jokowi Disalahkan soal Mobil Esemka, Sukiyat: Grup Partai Sirik yang Bikin Masalah
YouTube Tribunnews.com
Penemu mobi Esemka, Sukiyat, mengungkapkan beberapa alasan mengapa mobil Esemka lama atau tak kunjung diproduksi. Kini mobil Esemka sudah siap diluncurkan pada Jumat (6/9/2019) 

"Baru ini tadi kan (diluncurkan), karena membikin kendaraan itu memang ribuan ya komponennya, supaya nantinya vendor-vendor itu jalan," kata Sukiyat.

Meski mobil sudah bisa dipasarkan, keterlibatan industri lain pun juga dibutuhkan sehingga harus ada proses lain yang memakan waktu.

Berikut video lengkapnya (menit ke-9.25):

Fakta Perjalanan Mobil Esemka: Dirintis 10 Tahun, Sempat Mandek hingga Harga Rp 100 Jutaan

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, mobil Esemka pertama kalinya diciptakan oleh Sukiyat pada 7 Januari 2012.

Sukiyat saat itu ingin membantu para siswa Jurusan Otomotif Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, dengan memberikan bodi mobil Toyota Kijangnya.

Siswa lantas diajari cara membuat badan mobil secara manual, yakni membentuk pelat eser dengan teknik ketok (kenteng).

Ia yang mengarahkan siswanya membuat Sedan berubah menjadi mobil sport utility vehicle (SUV).

Sukiyat di tahun 2012 lantas dipertemukan dengan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Joko Sutrisno.

Dari sini, bengkel milik Sukiyat menjadi mitra perusahaan untuk program perakitan mobil oleh siswa SMK.

Tercetuslah mobil prototipe yang belakangan dinamakan Kiat Esemka.

Esemka sendiri terinspirasi bentuk Toyota Land Cruiser Prado dan Ford Everest.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan test drive atau menguji coba mobil Esemka yang resmi diluncurkan, Jumat (6/9/2019). (3)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan test drive atau menguji coba mobil Esemka yang resmi diluncurkan, Jumat (6/9/2019). (3) (Setpres Agus Suprapto)

 Jokowi Singgung soal Harga dan Desain di Peluncuran Mobil Esemka Bima: Feeling Saya Laku Keras

Mobil Esemka Diluncurkan

Setelah berproses cukup lama, sejak tahun 2012, mobil Esemka akhirnya resmi diluncurkan pada Jumat (6/9/2019).

Mobil Esemka akan berfokus dengan niaga ringan untuk komersial bukan penumpang.

Informasi itu disampaikan langsung oleh Presiden Direktur Esemka Eddy Wirajaya, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (6/9/2019).

"Rencana demikian, untuk produk yang akan meluncur seperti yang sudah saya bicarakan beberapa waktu lalu, yakni Bima 1.2 dan Bima 1.3. Kita sudah komitmen soal ini," ucap Eddy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/9/2019).

Eddy menjelaskan, selain dari kubikasi mesin, perbedaan antara Bima 1.2 dan 1.3 juga dari kapasitas ruang kargo.

Namun Model 1.3 akan memiliki kargo dengan dimensi yang lebih besar.

Serta keduanya menggunakan mesin yang sama dan dijalankan dengan bensin.

Dalam peluncurannya, akan diperkenalkan juga fasilitas produksi di pabriknya yang berada di Jalan Raya Demangan KM 3.5 Sambi-Boyolali, Jawa Tengah.

Eddy menuturkan bahwa mobil Esemka nantinya akan dibanderol dengan harga di bawah Rp 150 juta.

 Resmikan Pabrik Mobil Esemka, Jokowi Tulis Kalimat Ini di Bagian Bodi Depan Mobil

"Pastinya sebagai pendatan baru kita harus memberikan perbedaan yang signifikan agar orang bisa melirik produk kita. Angka pastinya tunggu tanggal main saja, tapi yang jelas akan di bawah Rp 150 juta," ucap Eddy di Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan wilayah yang akan dibidik sementara difokuskan untuk area pinggiran Jawa.

"Penetrasi pasar di wilayah pinggiran Jawa, dari Timur, Tengah, dan Barat. Kita fokus di Jawa kerena untuk kemudahan mengkontrol aftersales-nya juga pelatihan ke teknisi. Untuk diler beberapa sudah ada yang mulai negosiasi, dan tidak menutup kemungkinan kedepannya nanti kami juga bermain di luar Jawa," ucap Eddy.

Sedangkan jenis bodi juga menjadi dasar wilayah bidikan.

Yakni pikap dipilih untuk mendukung perekonomian di daerah-derah.

(TribunWow.com/Ifa Nabila/Roifah Dzatu Azmah)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved