Breaking News:

Sidang Sengketa Pilpres 2019

Sebut Said Didu hingga Beti Kristiana Invalid, TKN akan Polisikan Beberapa Saksi Kubu Prabowo-Sandi

Usman Kamsong dari TKN menyebut Said Didu hingga Beti Kristiana sebagai saksi invalid atau saksi palsu, maka TKN akan laporkan mereka ke polisi.

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Claudia Noventa
Tribunnews/Jeprima
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN 2005-2010, Said Didu bersaksi untuk kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang ketiga Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019) malam. 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN), Usman Kamsong, menyebut beberapa saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Kontitusi (MK) berstatus invalid.

Dari 14 saksi fakta dan dua saksi ahli dari kubu Prabowo-Sandi, Usman Kamsong menyebut beberapa nama saksi yang ia anggap invalid, di antaranya mantan Sekjen BUMN Said Didu hingga Beti Kristiana.

Karena dianggap memberi kesaksian yang tidak layak dipertimbangkan, pihak TKN akan melaporkan beberapa saksi invalid itu ke polisi.

Hal tersebut disampaikan Usman Kamsong dalam tayangan PRIMETIME NEWS unggahan kanal YouTube metrotvnews, Minggu (23/6/2019).

Meski Yakin Prabowo Sosok Negarawan, TKN Sindir Kubu 02: Jangan-jangan Ada Karakter Sengkuninya

Usman Kamsong mengingatkan kembali bahwa pihak BPN sebagai pemohon harus mampu memberikan bukti-bukti kepada MK.

Lantaran pihak paslon 02 disebut kerap menganggap Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak valid, maka Usman Kamsong juga turut menyebut saksi kubu 02 tidak valid.

"Kalau boleh saya meminjam istilah yang sering dipakai oleh saksi maupun kuasa hukum, itu mereka sering misalnya 'DPT invalid'."

"Saya boleh meminjam sebentar, misalnya saya ingin mengatakan bahwa kesaksian maupun saksinya juga banyak yang invalid," ujar Usman Kamsong.

Unsur-unsur dari beberapa saksi yang menurut Usman Kamsong invalid adalah status hingga kredibilitasnya.

"Misalnya dari sisi personal, status, ataupun kredibilitas sejumlah saksi," sambungnya.

Adian Napitupulu Disebut Jadi Calon Menteri Jokowi, Desmond Mahesa Singgung Sejarah Buruk Bangsa

Tim Kampanye Nasional (TKN), Usman Kamsong, menyebut beberapa saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Kontitusi (MK) berstatus invalid.
Tim Kampanye Nasional (TKN), Usman Kamsong, menyebut beberapa saksi dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Kontitusi (MK) berstatus invalid. (Capture Youtube metrotvnews)

Yang pertama adalah pengusaha kuliner Rahmadsyah Sitompul yang ternyata berstatus sebagai tahanan kota.

"Katakanlah misalnya yang dari Sumatra Utara, Rahmadsyah Sitompul kalau tidak salah, itu dia statusnya adalah terdakwa tahanan kota."

"Dan kemudian berbohong dia pergi ke Jakarta, katanya untuk mengantar ibunya berobat," terang Usman Kamsong.

"Nah dari sisi ini kan kredibilitas sudah kita ragukan, apakah hakim akan mempertimbangkan kesaksian dia?" imbuhnya.

Halaman
12
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved