Pilpres 2019

Minta Prabowo-Sandi Konsisten Gugat ke MK, TKN Jokowi-Ma'ruf: Kita Tunggu Drama yang Dimainkan BPN

Usman Kasong memberikan tanggapan mengenai langkah BPN akan menggugat ke MK soal Pilpres. Ia justru meminta agar BPN konsisten dnegan langkahnya.

Minta Prabowo-Sandi Konsisten Gugat ke MK, TKN Jokowi-Ma'ruf: Kita Tunggu Drama yang Dimainkan BPN
Capture CNN Indonesia
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Usman Kasong 

"Jadi kita menunggu drama apa yang akan dimainkan oleh BPN dan Prabowo-Sandi nanti kita akan mengimbangi," tuturnya.

Dahnil Anzar Sebut Prabowo Siap Temui Jokowi Kapanpun: Selama Tidak Kompromi Fakta Kecurangan

Lihat videonya di menit ke 9.29:

Diketahui sebelumnya, Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan berkas yang dibutuhkan telah siap dan siap untuk didaftarkan ke MK, dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/5/2019).

"Semua file sudah disiapkan besok kan batas akhir besok," ujar Dahnil di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2019).

Disebutkan Dahnil, dalam mengajukan gugatan, timnya memiliki tim kuasa hukum yang terdiri dari empat orang.

"Yang jadi koordinator adalah Mas Rikrik, tapi kemudian ini tim hukumnya ada Prof Denny Indrayana, Mas Bambang Widjojanto dan Irman Putra Sidik," kata Dahnil.

Menko Polhukam Wiranto Berharap Seruan Prabowo Didengar oleh Para Pendukungnya

Sedangkan Juru bicara Mahkamah Konstitusi, Fajar Laksono mengatakan sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendaftarkan gugatan sengketa ke MK.

"Jadi permohonan itu sendiri permohonan tertulis rangkap empat kemudian disertai daftar alat bukti dan alat bukti itu sendiri yang sesuai dengan daftar itu," ujar Fajar di Kantor Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (23/5/2019).

35 Nama Tim Hukum yang Disiapkan TKN Jokowi-Maruf untuk Hadapi Gugatan Sengketa Hasil Pemilu di MK

Isi permohonan tersebut adalah identitas pemohon, kewenangan MK, kedudukan kewenangan MK, kedudukan hukum, dan juga tenggat waktu pengajuan.

Kemudian, berkas permohonan itu juga harus diisi dengan posita atau hal yang dipersoalkan.

"Apa yang dipersoalkan? Apakah kecurangan? Terjadi di mana? Kalau kesalahan penghitungannya di mana? Kemudian ada petitumnya yaitu apa yang diminta," ujar Fajar.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved