Pemilu 2019
Fahri Hamzah Kritik Pemilu 2019 yang Memakan Ratusan Korban Petugas: Itu Tidak Normal Lho Pak
Fahri Hamzah memberikan kritiknya terkait proses Pemilu 2019 yang diketahui banyak memakan korban petugas.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah memberikan kritiknya terkait proses Pemilu 2019 yang diketahui banyak memakan korban petugas.
Kritik itu disampaikan Fahri dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne yang bertajuk 'Gonjang-Ganjing Pemilu 2019; yang tayang pada Selasa (23/4/2019).
Mulanya Fahri menyampaikan pendapatnya soal sistem dalam pemilu yang bisa meminimalisir adanya tindak kecurangan.
"Kalau kita mendesain suatu sistem itu dari awal kita harus punya kemampuan untuk melacak, apakah sistem itu punya sistem toleransi yang tinggi terhadap kecurangan atau sistem itu kita tutup lubangnya sedemikian rupa sehingga tidak mudah dilakukan kecurangan," ujar Fahri.
• Bahas soal Rekapitulasi Suara Pilpres 2019 oleh KPU, Teddy Gusnaidi: Curangnya di Mana?
Terkait itu, lantas Fahri menyinggung soal proses pemilu kali ini yang banyak memakan korban di antara petugas KPPS, Bawaslu, hingga KPU.
Diketahui dalam mengiring proses Pemilu 2019, tak sedikit korban yang jatuh sakit bahkan hingga meninggal dunia.
Menurut Fahri, hal ini termasuk keadaan yang tak wajar.
"Saya punya perasaan sampai ada orang meninggal 109 di KPU, 35 di Bawaslu, yang sakit 100 lebih," kata Fahri.
"Itu tidak normal lho pak, orang dikasih kerjaan terus sampai meninggal ratusan orang itu enggak normal lho."
"Jangan dianggap normal," tegas Fahri.
• Buka Pengaduan Keluhan Pemilu 2019, Fahri Hamzah: Sekitar 20 Ribu Laporan Masuk ke Saya
Fahri beranggapan bahwa dalam pemilu yang dilakukan serentak pada 17 April 2019 lalu ini, memiliki kesalahan dalam desain sistemnya.
Menurutnya hal itulah yang menyebabkan banyaknya jatuh korban.
Untuk itu, ia memberi saran supaya hal-hal tersebut tak terulang kembali pada pemilu kedepannya.
"Menurut saya ini sistem salah desain, sehingga korbannya banyak,"
"Nah karena itu sebetulnya yang diperlukan, kearifan kita semua untuk mengakhiri problem yang terulang dalam setiap Undang Undang dalam pemilu kita," tandasnya.