Breaking News:

Pemilu 2019

Buka Pengaduan Keluhan Pemilu 2019, Fahri Hamzah: Sekitar 20 Ribu Laporan Masuk ke Saya

Fahri juga memberikan penilaian kelemahan Bawaslu dan KPU yang kurang tanggap menjawabi keluhan aduan masyarakat.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
Capture YouTube Talkshow TvOne
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah stand up comedy, Jumat (15/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku mendapat setidaknya sekitar 20 ribu aduan keluhan mengenai Pemilu 2019.

Hal itu diungkapkannya saat menjadi narasumber di acara 'Catatan Demokrasi Kita' yang diunggah saluran Youtube Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (23/4/2019).

Diketahui, Fahri melalui akun Twitter dan Instagramnya membuka pengaduan keluhan mengenai pemilu 2019.

Fahri lantas mengaku telah mendapat setidaknya ada 20 ribu laporan yang masuk kepadanya.

"Saya buka di akun saya ini tolong laporkan ke saya, ini saya buka akunnya, itu sekitar 20 ribu laporan ke saya," ujar Fahri Hamzah.

Ramai Keluhan di Pemilu 2019, Fahri Hamzah Ungkap Kelemahan Bawaslu dan KPU: Nanti Orang Tawuran Pak

Namun, ia mengaku hanya menampung, selanjutnya ia teruskan laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Saya cuma cc aja ke Bawaslu, KPU, silakan nanti mau diapain, saya kan cuma menyetor ke mereka. Sehingga mereka yang harus verifikasi."

Ilustrasi hoaks surat suara tercoblos.
Ilustrasi hoaks surat suara tercoblos. (TribunWow.com/Octavia Monica)

Selain itu, Fahri Hamzah juga mengeluhkan agar Bawaslu dan KPU lebih aktif dalam merespon keluhan yang dilayangkan masyarakat.

"Saya menginstruksikan agar Bawaslu dan KPU lebih aktif merespon. Jangan cuman sekali sehari, bila perlu ada yang standby menjawab," ujar Fahri.

Menurutnya, hal itu yang memperlihatkan bahwa negara sibuk untuk memperbaiki keluhan yang ada.

Ia menyayangkan jika KPU atau Bawaslu hanya menjawab keluhan yang dilaporkan merupakan hal biasa yang terjadi.

"Jadi kelihatanlah negara itu sibuk mengatasi ini. Jangan biarkan 'itu biasa itu, dari sejuta segitu ya biasa', enggak boleh. Sebab kalau ada kejahatan dan itu perasaan tidak adil, itu seolah-olah dibiarkan, orang gelisahnya banyak," tuturnya.

Bahas soal Rekapitulasi Suara Pilpres 2019 oleh KPU, Teddy Gusnaidi: Curangnya di Mana?

Dirinya menilai ada sejumlah penyebab timbul kegelisahan manusia di antaranya merasa tidak diperlakukan adil.

"Gelisah itu ada penyebabnya, pertama orang itu kalau laper, untung enggak lapar kita situasi. kalau ada perasaan diperlakukan tidak adil, itu yang membuat orang gelisah, itu yang harus diselesaikan, dihadapi."

Ia lantas menuturkan ada kekurangan yang dimiliki KPU dan Bawaslu yakni tidak adanya media center.

Halaman
12
Tags:
Pemilu 2019Fahri HamzahKomisi Pemilihan Umum (KPU)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved