Inalum Kuasai 51 Persen Saham Freeport, Andi Arief dan Fahri Hamzah Angkat Bicara
Jokowi mengatakan sudah 3,5 tahun ini pemerintah merundingkan kepemilikan saham Freeport, yang dalam waktu hampir 50 tahun terakhir hanya 9,36 persen.
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Wulan Kurnia Putri
Kontrak berakhir langsung diambil alih," tulis Andi Arief.
• Reaksi Tommy Soeharto saat Kasus Pembunuhan yang Pernah Menjeratnya Diungkit Najwa Shihab
Selain Andi Arief, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah juga turut buka suara.
Menurut Fahri Hamzah, pembayaran dan sumber dana untuk membayar haruslah transparan.
@Fahrihamzah: Inalum BUMN termuda di ambil alih sahamnya di masa pak SBY (2013) dari mana uang sebesar itu..ayo transparan...
jangan kasus Newmont terulang....53 Trilyun....uang besar kita mesti terbuka...yg jelas 53T Gak ada dari APBN ...cc @KemenBUMN.
• Lalu Muhammad Zohri, dari Rumah Gubuk Menjadi Juara Dunia Lomba Lari

Diberitakan laman setkab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan apabila ia bersyukur karena Indonesia berhasil menguasai 51 persen saham perusahaan milik Amerika itu.
Jokowi mengatakan, sudah 3,5 tahun ini pemerintah merundingkan kepemilikan saham PT Freeport Indonesia, yang dalam waktu hampir 50 tahun terakhir kepemilikan Indonesia hanya 9,36 persen.
“Jangan dipikir ini mudah, sangat alot sekali dan begitu sangat intens, terutama dalam 1,5 tahun terakhir. Karena ini menyangkut sebuah negosiasi yang tidak mudah,” ujar Presiden.
• Balas Cuitan Fahri Hamzah soal Ahok, Jubir PSI Ngaku Paham Alasan Fahri Kukuh Pertahankan Kursi DPR
Presiden menilai, keberhasilan melakukan negosiasi untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia menjadi 51 persen merupakan sebuah lompatan.
Diharapkan, nanti Indonesia akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar, baik dari pajak, royalti, dividen, dan retribusi, sehingga nilai tambah dari komunitas tambang yang ada di sana itu betul-betul bisa dinikmati oleh semuanya.
Penandatangan kesepakatan dijadwalkan dihadiri oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, serta perwakilan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Freeport Indonesia.
Dikutip Tribunnews, Holding pertambangan terdiri dari PT Timah, PT Aneka Tambang, PT Bukit Asam, dan PT Indonesia Asahan Inalum (Inalum).
Dalam holding tersebut Inalum menjadi induk perusahaan tiga BUMN tersebut. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
• Jawaban Tommy Soeharto saat Ditanya Najwa tentang Skandal Penyelewengan Dana Yayasan Supersemar