Heboh Kasus Fidelis, Begini Manfaat Ganja untuk Kesehatan dari Masa ke Masa
Ganja dianggap sebagai obat manjur untuk menghilangkan rasa nyeri hingga kecemasan, namun jangan disalah gunakan! Ini manfaat dari tahun ke tahun.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Tinwarotul Fatonah
Studi tahun 2015, menyimpulkan ganja efektif mengatasi skizofrenia.
Penelitian juga mengungkapkan ganja membantu memulihkan tulang yang retak, menghentikan kejang yang berat, hingga mengobati migrain.
Hampir 90 persen pengguna di negara bagian Amerika Serikat yang mengaku gangguan penyakit mereka berkurang.
Beberapa fakta mengenai ganja
Meski pelegalan ganja ini masih terus mengalami pro dan kontra, ada beberapa fakta mengejutkan dari manfaat ganja seperti yang dilansir dari laman Human Health berikut ini!
- Ganja negatif memengaruhi kemampuan mengemudi
The British Medical Journal menunjukkan bahwa pengemudi yang mengkonsumsi ganja tidak akan menyebabkan tabrakan atau kecelakaan, sebagiamana orang-orang yang mengkonsumsi alkohol saat mengemudi.
- Ada 200 kata slang untuk ganja
Ganja memiliki nama ilmiah Cannabis, namun ganja juga memiliki nama-nama lainnya yang menggunakan bahasa slang.
Yang paling banyak menggunakan bahasa slang untuk ganja adalah Amerika Serikat, contohnya seperti, pot, maui wowie, weed, gulma, hash, ganja, dope atau green stuff.
Untuk Indonesia juga memiliki bahasa slang untuk ganja ini seperti cimeng, baks, skab, jame, jamkry, atau gele.
• Punggungmu Sering Sakit? Ini Obatnya!
- Orang yang mengkonsumsi ganja keci kemungkinannya mengalami kerusakan jaringan otak dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi alkohol.
Penelitian ini dilakukan oleh ahli syaraf di University of California, San Diego kepada 92 orang dari kelompok usia dari 16 sampai 20 tahun yang memiliki sejarah peminum alkohol dan konsumsi ganja.
Penelitian berlangsung hampir selama satu setengah tahun, otak peserta dipindai sebelum dan sesudahnya dan pantang obat dibatasi dari kedua kelompok.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan kesehatan jaringan otak yang dialami oleh peserta yang minum alkohol dalam seminggu sebanyak dua kali atau lebih.
Kondisi berbeda dialami oleh peserta yang memakai ganja sebanyak 9 kali dalam seminggu.
Scan otak pengguna ganja tidak menunjukkan perubahan dalam kesehatan jaringan otak mereka (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi-ganja_20170404_161724.jpg)