TRIBUNWOW.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terang-terangan membeberkan besaran gajinya, hingga aset-aset yang dimiliki saat ini.
Dilansir TribunWow.com, hal ini diungkap secara gamblang oleh Sri Mulyani setelah dirinya ikut disorot akibat ramainya kritik terhadap pejabat bergaya hidup mewah.
Sri Mulyani pun dengan tegas menyatakan bahwa pertanyaan dari masyarakat terhadap kekayaannya adalah sesuatu yang adil.
Baca juga: Sentil Sri Mulyani setelah Bubarkan Moge, Ini Sosok Bursok Anthony ASN DJP yang Viral di Twitter
Diketahui, sejak terbongkarnya rekening gendut petinggi Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo, ayah tersangka penganiayaan Mario Dandy Satriyo, gaya hidup para pejabat mulai disorot.
Hal ini juga sampai berdampak pada pencopotan Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta Eko Darmanto buntut kerap memamerkan kekayaannya di media sosial.
Karenanya, Sri Mulyani pun lantas menjawab secara jelas dan menyebutkan seluruh aset yang dimiliki.
"Menurut saya itu adalah fair (kekayaannya dipertanyakan)," tegas Sri Mulyani dikutip kanal YouTube METRO TV, Senin (6/3/2023).
Namun, ia mengaku tak bisa secara jelas menghitung jumlah total kekayaannya lantaran tak mengerti jumlah nilainya pada saat ini, terutama terkait properti.
"Saya enggak tahu jumlahnya persis. Pertama untuk kekayaan-kekayaan saya yang berhubungan dengan properti."
Baca juga: Viral Disentil Sri Mulyani karena Foto Naik Moge, Segini Harta dan Gaji Dirjen Pajak Suryo Utomo
Sri Mulyani lantas menjelaskan bahwa kekayaannya telah bercampur dengan harta dan warisan yang dimiliki oleh sang suami.
"Dia mendapat warisan dari orangtuanya, tanah di Tangerang, dan itu dibagi dengan seluruh saudaranya," kata Sri Mulyani.
Bersama suami, Sri Mulyani yang bekerja sebagai dosen, kemudian peneliti di LPM, mencicil tanah di Pesona Depok selama 30 tahun.
Ia kemudian mengejar karier ke Atlanta, Amerika Serikat (AS), menjadi konsultan USA-ID, sebelum kemudian ia diminta menjadi Executive Director IMF.
"Gaji dari Executive Director IMF sekitar 250.000 USD per tahun (sekira Rp 2,8 miliar dengan kurs saat ini-red)," kata Sri Mulyani.
Ia kemudian dipanggil pulang oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjabat, untuk menjadi Menteri Keuangan.