TRIBUNWOW.COM - Seorang warga berhasil selamat setelah berjam-jam tertimbun longsor akibat gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang wilayah Cijendil, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Dilansir TribunWow.com, pria bernama Muhammad Mulyadi tersebut mengaku sempat pasrah atas nasibnya.
Ia pun hanya bisa berdoa hingga akhirnya berhasil diselamatkan warga dari reruntuhan.
Baca juga: Dimarahi TNI hingga Terbentur Spion, Ini Kisah Unik Mensos Risma saat Kunjungi Korban Gempa Cianjur
Dengan tangan di gips dan wajah terluka, Mulyadi menuturkan kejadian nahas saat ia sedang bekerja di tokonya.
"Kejadiannya begitu cepat, saat itu saya habis salat, lalu sekitar 4 detik dari gempa, tanah langsung longsor," beber Mulyadi dikutip TribunJabar.id, Sabtu (26/11/2022).
"Saya juga baru lari 3 langkah, tanah langsung menimpa saya semua."
Ditemui di lokasi longsor, Mulyadi mengaku tertimbun reruntuhan hingga lebih dari satu ham.
Ia ketika itu terhimpit dalam posisi tengkurap hingga merasakan sesak napas.
Menyadari kondisinya, Mulyadi mengaku sempat ikhlas meski teringat 3 anaknya yang masih kecil.
"Saya sudah pasrah, napas pun sudah habis, bahkan penglihatan sudah kabur," ujar Mulyadi seraya menangis.
"Saya hanya bisa berzikir, dan sudah ikhlas kalau hidup saya akan berakhir saat itu. Namun saya harus tetap sadar anak saya masih pada kecil," lanjutnya.
Akhirnya, Mulyadi berhasil diselamatkan oleh warga meski sempat tak sadarkan diri.
Baca juga: Rasakan Firasat, Ibu Hamil Berhasil Selamat saat Gempa Cianjur Mengguncang, Anaknya Terus Menangis
Nasib serupa dialami Ustaz Ahmad Kosasih yang sempat berada di reruntuhan masjid selama sekitar 30 menit.
Warga kampung Sarampad, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur tersebut mengaku baru selesai salat di masjid saat gempa mengguncang.
"Saya baru selesai sembahyang berjemaah bersama dua orang lainnya yaitu Haji Tatang dan satu anak kecil," kata Ahmad dikutip dari TribunnewsDepok.com, Minggu (27/11/2022).