Gempa di Cianjur

Tertimbun Longsor Berjam-jam, Korban Gempa Cianjur Mengaku Pasrah: Saya Hanya Bisa Berdzikir

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muhammad Mulyadi, warga Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Cianjur, menjadi salah satu saksi kengerian longsor di daerah Cijedil yang tertimbun tanah di tokonya beberapa detik setelah gempa Cianjur terjadi pada Senin (21/11/2022).

"Gempanya cuma 3 detik tapi guncangannya kuat. Alhamdulilah, kami semua selamat. Kami ditolong warga," lanjutnya.

Saat tertimbun reruntuhan masjid, Ahmad mengaku merasa sesak dan hanya bisa terus berdoa.

Ia lantas berlari dan bersujud syukur di jalan setelah berhasil diselamatkan oleh warga kampung.

"Saya merasa sesak dan pengap. Saya terus lakukan dzikir sampai datang pertolongan warga," kata Ahmad.

"Saya sujud syukur dan lari ke jalan sambil berteriak, Alhamdulilah."

Akibat kejadian tersebut, Ahmad menderita sejumlah luka hingga mengalami gangguan penglihatan.

"Wajah saya bengkak semua, mata tidak jelas melihat. Selain itu ada luka di kaki. Tetapi saat ini sudah sembuh," ujarnya.

Baca juga: Detik-detik Angkot Bawa Rombongan Anak SD Kena Longsoran Gempa Cianjur, sang Sopir: Goncangan Besar

Kisah Para Korban Selamat

Sejumlah warga di Cianjur, Jawa Barat mengisahkan pengalaman mereka selamat dari gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang terjadi pada Senin (21/11/2022).

Dilansir TribunWow.com, seorang warga sempat tertimbun tembok rumahnya, sementara yang lain mencari pertolongan dengan tubuh berlumuran darah.

Di antaranya, ada pula kisah heroik seorang nenek yang berhasil menyelamatkan cucunya saat gedung di dekatnya runtuh.

Baca juga: PLN Gerak Cepat Pasca Gempa Cianjur, Kerahkan Petugas untuk Pulihkan Kelistrikan hingga Beri Bantuan

Jajang (51), mengaku sedang berada di bengkelnya saat gempa mulai terasa.

Warga Kampung Garogol Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, tersebut tengah memperbaiki mobil ketika bangunan di dekatnya ambruk.

Ditemui di halaman RSUD Sumedang, Senin (21/11/2022), Jajang mengaku mengendarai sendiri motornya ke Puskesmas dengan tubuh berdarah-darah.

"Tanpa aba-aba, kerasa goyang sedikit langsung bangunan ambruk," kata Jajang dikutip Kompas.com.

Halaman
123