Sebelumnya, saat memberi sambutan pada acara HUT Partai Perindo, Jokowi menyebut bahwa pada Pilpres selanjutnya, Prabowo memiliki potensi untuk menang menjadi Presiden.
"Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," ucap Jokowi.
Mendengar namanya disebut, Prabowo sontak berdiri dan memberi hormat kepada presiden.
Sikapnya tersebut mendulang sorak-sorai riuh-rendah dari para hadirin.
Selain itu, isu dukungan Jokowi pada Prabowo muncul dari penuturan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Ia mengklaim bahwa Jokowi telah memberi restu pada Prabowo untuk kembali berlaga di Pilpres 2024.
"Ya, Pak Prabowo pernah ditanya (oleh Presiden) maju, enggak? Dia bilang kalau Bapak mengizinkan. Dan ternyata, kan, diizinkan untuk maju," ucap Dasco, Kamis (11/8/2022).
Baca juga: Reaksi Spontan Prabowo Subianto saat Jokowi Minta Maaf dan Sebut sang Menhan akan Jadi Presiden
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 01.38:
Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto Masuk Prasyarat Ideal
Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sering memuncaki hasil survei simulasi Pilpres 2024.
Dilansir TribunWow.com, keduanya dinilai telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melanjutkan program-programnya.
Pasalnya, dua nama tersebut disinyalir telah memenuhi prasyarat menjadi calon kandidat penerus Jokowi.
Baca juga: Pengamat Curiga PDIP Hanya Pura-pura Tindas Ganjar Pranowo demi 2024: Untuk Mendulang Simpati
Namun, sikap berbeda ditunjukkan Jokowi terhadap eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang pernah diturunkan saat menjabat menteri di eranya.
Diduga hal ini karena ada visi-misi yang berbeda antara Presiden dengan sosok Anies.
"Harus memenuhi dua variabel, yang pertama kenyamanan terhadap sosok-sosok yang kerjanya bagus, punya chemistry yang sama," beber Direktur Eksekutif Charta Politika sekaligus pengamat politik Yunarto Wijaya dikutip kanal YouTube tvOneNews, Minggu (6/11/2022).