Pilpres 2024

Akui Beri Sinyal, Jokowi Tertawa Disebut Mendukung Prabowo Subianto Jadi Presiden dalam Pilpres 2024

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat konferensi pers seusai menghadiri acara HUT Partai Perindo, Senin (7/11/2022). Jokowi tertawa saat ditanya soal sinyal dukungan pada menteri pertahanan Prabowo Subianto.

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak menampik dirinya memberi dukungan terhadap Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Dilansir TribunWow.com, Jokowi hanya terkekeh saat ditanya maksud pernyataannya saat menghadiri HUT Partai Perindo pada Senin (17/11/2022).

Pasalnya dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat menyebut bahwa mungkin Prabowo akan mendapat kesempatan menjadi presiden selanjutnya.

Baca juga: Beri Restu untuk Pilpres 2024, Jokowi Ngaku Terlalu Sering Ngobrol dengan Prabowo Subianto

Ditemui pada konferensi pers seusai acara HUT Partai Perindo, Jokowi dihadapkan pada pertanyaan terkait kriteria calon presiden pilihannya.

Namun, Presiden 61 tahun itu hanya mengatakan bahwa kriteria pemimpin yang baik seharusnya sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Semua rakyat tahu, semua kita tahu, kalau tanya saya kriterianya ya dua hari enggak rampung," kelakar Jokowi dikutip kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/11/2022).

Kemudian, Jokowi ditanya terkait pidatonya di acara HUT Partai Perindo yang menyebut nama Prabowo.

Ketika dikonfirmasi apakah pernyataan tersebut merupakan sinyal dukungan untuk Prabowo, Jokowi hanya terkekeh.

"Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi kan saya ngomong itu juga enggak apa-apalah," kekeh Jokowi.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berkelakar menyebut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk menjadi Presiden selanjutnya saat berpidato di HUT Partai Perindo, Senin (7/11/2022). (Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV)

Baca juga: Berita Ganjar Pranowo: Bersama Prabowo Subianto Masuk Prasyarat Ideal Jadi Kandidat Penerus Jokowi

Ia kemudian mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki tahun politik di mana Pilpres akan diadakan sekitar setahun lagi yakni pada bulan Februari 2024.

Menurut Jokowi, ini adalah saat yang tepat untuk memulai pergerakan menjelang perebutan kursi kepresidenan selanjutnya.

Namun ia menekankan perlunya menjaga kondisi politik untuk tetap stabil di tengah keadaan global yang sedang tidak baik-baik saja.

"Pemilunya sudah tinggal Februari 2024, awal hlo berarti, tinggal setahun praktis," sebut Jokowi.

"Menjaga kondusivitas politik karena tidak terdukung oleh keadaan global, itu yang harus kita tahu semuanya."

"Hati-hati, keadaan ini tidak sedang normal-normal saja dunia," tandasnya.

Halaman
123