Konflik Rusia Vs Ukraina

Kisah Pilu 108 Wanita Ukraina yang 5 Bulan Jadi Tahanan Rusia: Kami Tak Diperlakukan seperti Manusia

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

108 wanita Ukraina dibebaskan pada Senin (17/10/2022), dalam pertukaran tahanan dengan Rusia setelah mereka menghabiskan lebih dari lima bulan di penangkaran.

“Ada orang yang kehilangan anaknya, atau anaknya meninggal. Ada orang tua yang anaknya hilang tanpa jejak," ujar Buryak.

PBB Khawatir Terjadi Adopsi Paksa

Selama terjadinya konflik antara Ukraina dan Rusia, diketahui terdapat banyak anak warga Ukraina yang dipindahkan ke Rusia sejak terjadinya awal serangan pada Februari 2022 lalu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) alias United Nations (UN) kini menyoroti isu kemungkinan terjadinya adopsi paksa yang dilakukan oleh warga Rusia terhadap anak-anak Ukraina.

Isu ini dibahas oleh Afshan Khan selaku Direktur Regional UN Children Fund untuk Eropa dan Asia Tengah.

Ibu di Ukraina dan anak gadisnya kehilangan kaki mereka karena serangan pasukan militer Rusia. Ilustrasi anak di Ukraina korban perang. (First Medical Association of Lviv)

Baca juga: Tidak Akui Rusia Sedang Perangi Ukraina, Putin Disebut Kesulitan Mobilisasi Pasukan Militernya

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, Afshan menegaskan para anak-anak Ukraina tersebut tidak bisa diasumsikan sebagai anak yatim piatu.

Afshan menjelaskan, kebijakan mengadopsi anak harus selalu didasari kepentingan sang anak.

"Terkait anak-anak yang telah dipindahkan ke Rusia, kami bekerja dengan ombudspersons dan jaringan untuk bagaimana kita dapat mendokumentasi kasus-kasus tersebut," ujar Afshan.

Afshan mengatakan, untuk saat ini tidak ada akses menuju anak-anak tersebut.

Sebelumnya diberitakan, menurut informasi dari pemerintah Ukraina sebanyak ratusan anak-anak di Ukraina telah tewas akibat konflik.

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, informasi ini disampaikan oleh kantor Kejaksaan Ukraina.

Selain tewas terbunuh, ribuan anak-anak juga disebut telah diculik oleh pemerintah Rusia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Ukraina.

Menurut informasi Kemenlu Ukraina, sebanyak 2.389 anak-anak warga Donetsk dan Luhansk telah dibawa keluar secara ilegal dari wilayah Ukraina.

Ribuan anak-anak tersebut diketahui dibawa masuk ke wilayah Rusia.

Pemerintah Ukraina menyatakan Rusia telah melanggar hukum internasional.

"Kami meminta dunia internasional untuk merespons segera terhadap aksi ilegal pemindahan anak-anak, untuk menekan Rusia agar menghentikan perang melawan masyarakat Ukraina," jelas Kemenlu Ukraina.(TribunWow.com/Via/Anung)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina