Konflik Rusia Vs Ukraina

Kisah Pilu 108 Wanita Ukraina yang 5 Bulan Jadi Tahanan Rusia: Kami Tak Diperlakukan seperti Manusia

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

108 wanita Ukraina dibebaskan pada Senin (17/10/2022), dalam pertukaran tahanan dengan Rusia setelah mereka menghabiskan lebih dari lima bulan di penangkaran.

Sementara pasukan Rusia sekarang menguasai empat distrik di Zaporizhia, wilayah tenggara di sungai Dnieper, zona Buryak tetap berada di tangan Ukraina.

"Saya tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya," kata Buryak kepada Al Jazeera dalam sebuah wawancara melalui telepon.

Namun, ia mengaku merasa tak berdaya terkait dugaan penangkapan putranya yang berusia 16 tahun itu.

Pada tanggal 8 April, sekitar sebulan setelah pasukan Rusia merebut kota Zaporizhian dan Melitopol, konvoi mobil sipil yang berusaha mengevakuasi daerah yang diduduki perlahan-lahan maju melalui pos pemeriksaan yang diawaki oleh tentara Rusia.

Vlad berada di salah satu mobil itu, menuju Zaporizhzhia untuk bersama ayahnya.

Setelah tentara memeriksa dokumennya dan menyadari siapa ayahnya, ia menjadi anak pertama, dan sejauh ini, diduga disandera untuk tujuan politik.

Baca juga: Dituduh Bertanggung Jawab Culik Paksa Anak-anak Ukraina, Sekutu Putin Dikenai Sanksi oleh Inggris

Buryak mengatakan selama 48 hari pertama, putranya ditahan di sel bersama tawanan perang dewasa.

Dia kemudian dipindahkan ke lokasi dengan kondisi yang lebih baik.

Dia sekarang memiliki akses ke kamar mandi dan toilet, dan ponsel yang dia gunakan untuk menelepon ayahnya.

Untuk melindungi putranya, Buryak tidak dapat mengungkapkan apa yang diinginkan penculik anak itu atau detail apa pun tentang apa yang dialami putranya.

“Saya tidak bisa mengatakan apa yang dia lihat atau dengar. Dari sandera, dia bisa menjadi saksi. Dan saksi-saksi seperti itu bisa disingkirkan sehingga tidak ada yang bisa menemukan mayatnya,” kata Buryak.

“Dia mengirimi saya sebuah lagu."

Buryan mengirim sebuah video yang di dalamnya, seorang wanita bernyanyi, "Kalau saja aku bisa melihatmu, aku bersumpah aku tidak akan membutuhkan lebih banyak lagi."

“Putraku belum pernah mengirimiku lagu sebelumnya,” desah Buryak.

Tetapi ketika ditanya bagaimana dia mengatasinya, Buryak mengatakan orang lain di Ukraina memiliki masalah yang lebih serius.

Halaman
1234