"Ada kalanya kami kelaparan. Kami tidak diperlakukan seperti manusia."
Dia kehilangan bobot tubuh hingga 8 kg setelah ditawan di salah satu penjara Rusia.
Penculik mereka menjauhkan mereka dari outlet berita non-Rusia dan kontak apa pun dengan kerabat dan pejabat Ukraina.
"Kami berada dalam kekosongan informasi," ucap Tetiana Vasylchenko, seorang penulis buku yang menjadi paramedis dan ditangkap di Mariupol pada awal Maret.
"Mereka senang mengatakan, 'Ukraina tidak menginginkanmu. Tidak ada yang ingin menyelamatkan Anda'," katanya.
Tetapi para wanita menemukan cara untuk menjaga semangat mereka.
Suatu kali, 27 wanita dikumpulkan dalam sel kecil yang dirancang untuk enam orang.
Entah berawal dari siapa, mereka kemudian bersama-sama membisikkan lagu kebangsaan Ukraina untuk saling menyemangati.
"Ini luar biasa," kata Vasylchenko.
"Semua keraguan hilang. Mata gadis-gadis itu berbinar. "
Baca juga: Jasad Tentara Ukraina di Mariupol Tiba di Kiev, Dipulangkan ke Keluarga sebagai Pahlawan
Remaja Ukraina Disandera Rusia
Beberapa minggu telah berlalu sejak remaja Ukraina Vlad Buryak dilaporkan ditangkap.
Dilansir TribunWow.com, sang ayah, Oleg Buryak, mengatakan anaknya disandera oleh pasukan Rusia.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, Jumat (1/7/2022), Buryak adalah kepala administrasi militer di Zaporizhzhia, ibu kota wilayah Zaporizhia.
Baca juga: Pemerintah Rusia Minta Rakyatnya Jadi Cepu Laporkan Aksi Kritik Pro Ukraina
Ia yakin Vlad menjadi sasaran karena perannya sebagai pejabat senior di pemerintahan.