"Sebenarnya si Kuat ini kepengin jadi bos di antara para ajudan. Terus mungkin kemarin ada berantem sama Yosua, terus kesal, akhirnya bikin cerita begitu."
"Karena di rumah itu ada Susi, kan enggak masuk ke atas. Cuma ada Putri, Yosua, dan Kuat, cuma bertiga. Kan Yosua meninggal, mau cari motif apa?"
Baca juga: Sempat Mau Kabur, Ini Penampakan Terbaru Kuat Maruf saat Jadi Saksi di Sidang Kode Etik Irjen Sambo
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 02.35:
Ragam Motif Irjen Sambo Bunuh Brigadir J
Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri yakni Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Sempat membuat skenario bohong, Irjen Ferdy Sambo kala itu mengaku istrinya yakni Putri Candrawathi alias PC menjadi korban pelecehan seksual oleh Brigadir J di Jakarta.
Dikutip TribunWow, kini Irjen Ferdy Sambo kembali meralat motifnya bahwa pelecehan terjadi di Magelang.
Berikut penjelasan sejumlah pihak terkait motif kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca juga: Pakar Duga Ada 2 Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Singgung soal Isu Konsorsium 303
Versi Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pihak kepolisian sampai saat ini masih menunggu keterangan dari PC terkait motif kasus Brigadir J.
Namun Listyo menyampaikan sementara ini motif dalam kasus ini adalah perkara kesusilaan atau perselingkuhan.
"Saat ini kami sampaikan bahwa motif ini dipicu adanya laporan dari Ibu PC terkait dengan masalah-masalah kesusilaan," jelas Listyo dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Rabu (24/8/2022).
"Isunya antara pelecehan dan perselingkuhan ini sedang kami dalami."
"Jadi tidak ada isu di luar itu," sambungnya.
Listyo menjelaskan pada saat kejadian, Irjen Sambo marah seusai mendengar PC membeberkan soal kejadian asusila yang terjadi di Magelang.