TRIBUNWOW.COM - Pengacara Deolipa Yumara buka suara terkait motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dilansir TribunWow.com, mantan kuasa hukum Bharada E itu menyoroti narasi yang beredar bahwa Brigadir J hendak menggendong atasannya, Putri Candrawathi.
Menilai skenario itu hanyalah rekayasa, Deolipa menyebutkan sosok yang diduga melakukan rekayasa cerita selain Ferdy Sambo.
Baca juga: Sebut Mustahil PC Ngaku Berzina, Pengacara Brigadir J Ungkit Pernyataan Kapolri soal Motif Selingkuh
Diketahui, kejadian saat rombongan Putri berada di Magelang, Jawa Tengah, diduga menjadi pemicu pembunuhan Brigadir J.
Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam pada saat itu, mengaku dilapori aksi pelecehan yang dilakukan ajudan pada istrinya.
Beredar kabar bahwa sopir Putri, Kuat Maruf dua kali memergoki Brigadir J yang terindikasi melakukan pelecehan.
Pertama yakni saat Brigadir J hendak membopong Putri yang tertidur di sofa, kemudian saat mendiang kabur dari kamar istri Ferdy Sambo.
Namun hal ini dibantah oleh Deolipa yang merupakan mantan pengacara tersangka eksekutor Bharada Richard Eliezer (Bharada E).
Ia menilai narasi tersebut hanyalah cerita rekayasa yang dibuat oleh Kuat.
"Bharada E enggak ngomong begitu, dia enggak tahu dia," ucap Deolipa dikutip tvOneNews, Kamis (26/8/2022).
"Jadi bopong-membopong itu suatu bentuk kebohongan yang dibikin Kuat kelihatannya."
"Mana adalah seorang ajudan berani bopong si Putri, dia kan Bhayangkari bintang dua."
Baca juga: Kini Ditahan, Kuat Maruf ART Ferdy Sambo Sempat Mau Kabur setelah Jadi Tersangka Kasus Brigadir J
Deolipa menyebutkan bahwa Kuat yang merupakan orang kepercayaan Ferdy Sambo ingin membawahi para ajudan.
Diduga karena terlibat cekcok dengan Brigadir J, ia pun mengarang cerita tersebut untuk membuat alibi dan memperburuk citra mendiang.
"Itu propaganda, terus dibikin skenario," duga Deolipa.