Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo akan Ditampilkan ke Publik Hari Ini, Kapolri Singgung Sanksi dan Nasib 35 Polisi

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, 28 April 2022. Terbaru, Ferdy Sambo direncanakan akan ditampilkan ke publik pada hari ini, Kamis (24/8/2022).

Tak hanya Ferdy Sambo, 35 polisi yang diduga terlibat juga akan diadili.

Sesuai bobot pelanggarannya, para personel itu nantinya akan diberikan sanksi yang sesuai kesalahan masing-masing.

"Sementara untuk yang lain terkait dengan 35 personel yang ada. Dari 97 yang kita periksa, tentunya tidak semuanya menjadi terduga pelanggaran kode etik, ada juga yang jadi saksi," beber Listyo Sigit.

"Namun dari yang 35 itu tentunya nanti akan kami pilah-pilah terkait bobot perannya masing-masing."

"Apakah yang bersangkutan ini di bawah tekanan ataukah mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan itu bagian skenario, atau bahkan mereka ikut dalam skenario."

Baca juga: Sosok 24 Anggota Polri yang Dimutasi Buntut Kasus Pembunuhan Brigadir J, 4 Kombes hingga Bharada E

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 06.35:

Kekuasaan Kadiv Propam yang Dijabat Ferdy Sambo

Pada saat merencanakan pembunuhan terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo kala itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Berpangkat bintang dua, Irjen Ferdy Sambo sempat berhasil merancang skenario palsu yang melibatkan puluhan polisi termasuk beberapa jenderal untuk menutupi fakta pembunuhan Brigadir J.

Dikutip TribunWow dari Tribunnews, meskipun berpangkat bintang dua, jabtan Kadiv Propam di tubuh Polri diketahui memiliki kekuatan yang sangat besar.

Baca juga: Pembunuhan Brigadir J, Hotman Paris Sebut Ferdy Sambo Sempat Nangis Dengar Cerita PC: Apa Benar?

Hal ini disampaikan oleh Eks Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji dalam wawancara eksklusif bersama Tribunnews, Selasa (23/8/2022).

Susno menyampaikan, Kadiv Propam merupakan jabatan strategis yang memiliki pengaruh besar dibandingkan jabatan wakil kepala bagian ataupun staf ahli yang sama-sama dijabat perwira tinggi bintang dua.

"Dia menentukan hitam putih seseorang," ujar Susno.

Susno mencontohkan, ketika ada seorang pejabat Polri diperiksa Propam karena suatu laporan, pejabat yang bersangkutan dapat tergeser dari jabatannya jika terbukti melakukan pelanggaran dan Propam melaporkannya kepada Kapolri.

Kemudian Susno turut mencontohkan Propam memiliki peranan penting bagi polisi yang ingin mendapat promosi ataupun ingin sekolah lagi.

Halaman
123