Hotman Paris dan Kontroversinya

Pembunuhan Brigadir J, Hotman Paris Sebut Ferdy Sambo Sempat Nangis Dengar Cerita PC: Apa Benar?

Penulis: Jayanti tri utami
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase foto Ferdy Sambo (kiri) dan Hotman Paris (kanan). Terbaru, Hotman Paris kembali buka suara soal kasus pembunuhan Brigadir J.

TRIBUNWOW.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea kembali buka suara soal kelanjutan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Dilansir TribunWow.com, Hotman Paris mempertanyakan pengakuan saksi kunci di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Melalui akun Instagram @hotmanparisofficial, pengacara berdarah Batak itu menyebut tersangka Ferdy Sambo sempat menangis.

Baca juga: Punya 70 Aspri, Hotman Paris Beberkan Gaji per Orang Bisa Puluhan Juta, Raffi Ahmad sampai Terkejut

Lantas, apa maksud Hotman Paris menyinggung hal tersebut?

Dalam video singkat yang diunggahnya, Hotman mengatakan hanya mempertanyakan keterangan saksi kunci tersebut.

"Ada satu hal yang menggelitik, insting hukum saya sedikit bersuara," ungkap Hotman.

"Dan ini bukan pernyataan, bukan kesimpulan, hanya berupa pertanyaan."

Hotman menyebut Ferdy Sambo sempat menangis seusai kembali dari Magelang.

Baca juga: Tunjukkan Isi Dompet, Hotman Paris Sebut Dompetnya Murah Beli di Pinggir Jalan, Raffi Ahmad Tertawa

Tangkapan layar unggahan akun Instagram Hotman Paris Hutapea, Selasa (23/8/2022). Hotman Paris kembali buka suara soal kasus pembunuhan Brigadir J. (Instagram @hotmanparisofficial)

Baca juga: Gemas, Raffi Ahmad Cium Pipi Hotman Paris, sang Pengacara Malu sampai Tutup Muka: Terserah Kamu

Tangis Sambo itu, katanya, pecah seusai mendengar pengakuan sang istri, Putri Candrawati alis PC.

"Apakah benar sesudah tiba dari Magelang ke Jakarta, di rumah pribadi Nyonya PC cerita apa yang dialami olehnya di Magelang," ujar Hotman.

"Dan pada saat itu, seorang jenderal yang adalah suaminya, Sambo, menangis."

"Benar enggak itu kejadian seperti kata saksi? Apakah benar para saksi kunci menyatakan itu di BAP?," sambungnya.

Jika hal itu benar, kata Hotman, pembunuhan Brigadir J diduga tak direncanakan sebelumnya.

"Sebab kalau benar saksi kunci memberikan kesaksian bahwa seorang suami menangis begitu mendengar cerita istrinya, maka bisa berakibat ke apakah itu 338 atau 340," beber Hotman.

"Karena emosi berbeda dengan perencanaan."

Halaman
123