TRIBUNWOW.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan terkait isu seputar kasus Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Dilansir TribunWow.com, Kapolri Listyo Sigit Prabowomenanggapi sejumlah kabar viral yang disinggung anggota Komisi III DPR RI saat rapat bersama.
Di antaranya adalah diagram Konsorsium 303 Kaisar Sambo dan isu penemuan uang Rp 900 miliar di bunker rumah Irjen Ferdy Sambo, tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Baca juga: Kini Ditahan, Kuat Maruf ART Ferdy Sambo Sempat Mau Kabur setelah Jadi Tersangka Kasus Brigadir J
Sebelumnya, dua anggota DPR, Desmond Junaidi Mahesa dan Habiburokhman menyinggung dua isu tersebut.
Dalam rapat bersama di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022), Desmond menyoroti adanya diagram yang memperlihatkan keterlibatan Irjen Ferdy Sambo dengan kasus judi.
Dikatakan dalam diagram tersebut, bahwa Irjen Ferdy Sambo tersebut merupakan backingan bagi para bandar judi besar.
"Terkait apakah betul Kaisar Sambo dan gengnya terkait masalah Konsorsium, demikian juga yang lain, kami sedang melakukan pendalaman," jawab Listyo Sigit dikutip program Breaking News di kanal YouTube KOMPASTV.
"Namun di sisi lain, saya tegaskan bahwa terkait dengan masalah judi, sebenarnya pengungkapannya satu tahun ini, kita telah mengungkap kurang lebih 641 judi online, dan 1.400 perkara judi konvensional. Jadi kurang lebih ada 3.296 tersangka."
Menyadari bahwa masalah ini menjadi perhatian nasional, Kapolri mengaku telah memerintahkan jajarannya di daerah untuk bergerak membasmi perjudian tersebut.
Ia juga berkomitmen akan memberantas perjudian selama masa kepemimpinannya dan tegas mencopot aparat yang terlibat.
Baca juga: Bawa Bagan Konsorsium 303 Kaisar Ferdy Sambo, Arteria Dahlan Ngotot Minta Mahfud MD Terbuka
Sementara itu, terkait isu adanya temuan uang Rp 900 miliar di bunker Ferdy Sambo, Listyo Sigit mengeluarkan bantahan.
"Terkait dengan isu temuan uang Rp 900 miliar, ini tentunya menjadi salah satu yang harus kami luruskan," terang Listyo Sigit.
"Beberapa hari yang lalu sebetulnya Kadiv Humas sudah menjelaskan bahwa isu tersebut tidak benar."
Kapolri kemudian membeberkan barang-barang yang disita dari empat rumah Ferdy Sambo.
Di antaranya tidak ada sitaan berupa uang tunai, namun hanya buku laporan transaksi keuangan.
"Pada saat kami melaksanakan penggeledahan di tiga rumah, yaitu di Duren Tiga, Saguling, Bangka, termasuk di Magelang, yang kita dapati saat itu handphone, kemudian pisau, kotak senjata, kemudian beberapa buku laporan m-banking," beber Listyo Sigit.
Rupanya, setelah melakukan penelusuran, isu sitaan Rp 900 miliar itu hanya meniru dari kasus viral yang pernah terjadi di Amerika Serikat.
"Terkait uang Rp 900 miliar itu kami nyatakan tidak ada. Setelah kami dalami peristiwa yang kemudian viral tersebut adalah kasus uang dolar palsu yang terjadi di Atlanta, Amerika Serikat," tandasnya.
Baca juga: Reaksi Kapolri Listyo Sigit saat DPR Singgung Usul Penonaktifannya Buntut Isu Kerajaan Ferdy Sambo
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- (-01.17.57):
DPR Cecar Kapolri soal Isu Ferdy Sambo
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, Rabu (24/8/2022).
Dilansir TribunWow.com, dalam pembahasan mengenai kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J itu, sejumlah isu ikut diangkat.
Di antaranya termasuk soal motif pembunuhan yang diotaki Ferdy Sambo dan spekulasi viral lain soal Diagram Konsorsium 303 Kaisar Sambo dan isu penemuan bunker berisi uang ratusan miliar.
Baca juga: Pembunuhan Brigadir J, Hotman Paris Sebut Ferdy Sambo Sempat Nangis Dengar Cerita PC: Apa Benar?
Ketika itu, wakil ketua komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa menyinggung soal banyaknya anggota Polri yang terlibat.
Terhitung hingga saat ini, sudah 34 polisi yang dimutasi baik dari jajaran terbawah hingga yang berpangkat jenderal.
"Ini ada apa sampai institusi sampai terlibat sebanyak ini? Ada kesan bahwa ini ada geng-gengan di tubuh Polri, ada kesan bahwa ini suatu kebiasaan yang sudah terjadi untuk saling menutup kasus per kasus," beber Desmond dikutip kanal YouTube KOMPASTV.
Ia kemudian membahas mengenai kasus KM 50 yang hingga kini masih menimbulkan tanda tanya.
Desmond juga mempertanyakan sosok Penasihat Kapolri Fahmi Alamsyah yang juga turut terlibat dalam kasus Ferdy Sambo.
"Selanjutnya, bisa dari semua ini tiba-tiba muncul suatu diagram-diagram yang seolah-olah saling balas-membalas, ini menunjukkan bahwa ada suatu perang dalam tubuh Polri, ini juga yang banyak dipertanyakan," tutur Desmond.
"Saya harap di rapat hari ini semuanya terang-benderang, agar pertanyaan ini bisa kita selesaikan hari ini."
Baca juga: Misteri Bunker Uang di Rumah Ferdy Sambo: Pengakuan Kuasa Hukum Brigadir J hingga Bantahan Polisi
Setelah itu, Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman dipersilakan untuk bicara dan langsung memberi apresiasi atas langkah Kapolri dan jajarannya dalam menangani kasus.
Selain bersikap tegas dan cepat, Kapolri juga menggandeng pihak eksternal mulai dari Komnas HAM hingga LPSK untuk memberi perkembangan kasus tiap harinya.
Namun kemudian, Habiburokhman menanyakan soal spekulasi yang berkembang di sekitar kasus.
Terutama terkait isu temuan uang Rp 900 miliar di bunker rumah keluarga Ferdy Sambo di kawasan Kemang, Jakarta.
"Berkembangnya ke mana-mana, bahwa penembakan dipicu karena masalah yang lebih besar, termasuk soal bunker-bunker itu yang jadi viral," tegur Habiburokhman.
"Saya enggak tahu itu uangnya monopoli atau benaran, dan bunkernya di mana."
"Tapi itu ada semacam gerakan yang mengkaitkan dengan persoalan Pak Ferdy Sambo ini karena motifnya enggak clear. Saya pikir enggak ada salahnya disampaikan soal motif atau latar belakang."(TribunWow.com/Via)