Polisi Tembak Polisi

Misteri Bunker Uang di Rumah Ferdy Sambo: Pengakuan Kuasa Hukum Brigadir J hingga Bantahan Polisi

Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polda Metro Jaya kembali menggelar prarekonstruksi terkait adegan pencabulan serta pengancaman dan percobaan pembunuhan Brigadir J, di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo di kawasan Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel), Sabtu (23/7/2022) siang. Polisi memberi jawaban mengapa Bharada E tak dihadirkan dalam prarekonstruksi.

TRIBUNWOW.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat kini semakin melebar dan banyak isu yang merembet.

Satu di antaranya adalah isu baru soal timbunan uang senilai Rp 900 miliar dalam bunker salah satu rumah Irjen Ferdy Sambo di kawasan Jalan Bangka, Kemang, Jakarta Selatan.

Dikutip dari Kompas.com, dari kabar yang beredar menyebutkan bahwa uang itu ditemukan polisi saat menggeledah rumah Ferdy Sambo untuk penyidikan kasus kematian Brigadir J.

Baca juga: Akui Ada Uang yang Disita, Kompolnas Jawab Isu Rp 900 Miliar di Bunker Rumah Irjen Ferdy Sambo

Lantas, benarkah kabar tersebut?

Bagaimana tanggapan Polri terkait ini?

1. Pengakuan Pengacara Brigadir J

Desas-desus bunker berisi uang ratusan miliar milik Ferdy Sambo salah satunya diungkap oleh pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

Kendati masih diperlukan bukti, Kamaruddin sangat yakin kabar ini benar.

“Saya sudah mendapatkan (informasi) itu dari bulan yang lalu, waktu saya baru menangani perkara ini,” kata Kamaruddin dalam program AIMAN di Kompas TV, Senin (22/8/2022).

“Tetapi kita perlu bukti, walaupun informasi ini kan 99 persen akurat karena setiap saya konfirmasikan selalu benar,” tuturnya.

Kamaruddin mengaku, dirinya mendapat informasi keberadaan bunker uang itu dari laporan sejumlah intelijen.

Sebagian intelijen tersebut merupakan perwira menengah di Korps Bhayangkara berpangkat komisaris besar polisi, baik yang masih aktif maupun purnawirawan.

"Ada juga purnawirawan jenderal polisi tapi kerjanya di intelijen BIN (Badan Intelijen Negara) misalnya," ungkap Kamaruddin.

"Artinya bukan satu dua yang mengutarakan, ada juga beberapa intel lain,” tuturnya.

Atas dugaan tersebut, Kamaruddin pun mendorong pembentukan tim independen untuk mengusut dugaan keberadaan bunker uang di kediaman Sambo.

Halaman
1234