Dalam sebuah basemen yang dikunjungi tim bbc.com, terdapat empat nenek-nenek yang merupakan penghuni basemen tersebut.
Baca juga: Penampakan Armada Laut Mematikan Rusia, Kapal Selam Dmitry Donskoy Keluar dari Pantai Severodvinsk
Pada awal perang basemen itu dihuni oleh sekira 20 keluarga namun terus berkurang seiring berjalannya waktu menyisakan empat nenek-nenek.
Keempat lansia itu bernama Anastasia, Ludmilla, Nna dan Galina.
Galina mengatakan, selama tinggal di basemen seluruh tubuhnya menjadi sakit-sakitan.
Mulai dari hatinya merasakan sakit, hipertensi hingga diabetes.
"Saya tidak bisa tinggal di sini untuk waktu yang lama," ujar Galina.
"Kaki saya sakit, saya butuh banyak jalan tetapi tidak bisa."
"Saya butuh diet yang bagus namun kini itu mustahil."
Galina bercerita, para warga sipil diberi instruksi oleh pemerintah agar segera pergi ke basemen begitu mendengar suara sirine serangan udara.
Galina mengaku tidak tahu apakah upaya melarikan diri ke basemen akan bisa menyalamatkan nyawanya atau tidak.
Ia mengatakan, dirinya dan para penghuni yang lain menghabiskan sebagian besar waktu di dalam basemen.
Waktu mereka keluar dari basemen digunakan untuk mencari makanan dan minuman namun hal tersebut juga tidak bisa dilakukan dalam waktu yang lama sebab sirine terus berbunyi.
Baca juga: 2 Purnawirawan Tentara AS Ditangkap Pasukan Rusia saat Terlibat Konflik di Ukraina
Tidur Berdiri Selama 25 Malam
Sementara itu, seorang kakek bernama Mykola Klymchuk (60) dipaksa untuk tinggal di sebuah basemen berukuran sedang yang diisi hingga 130 orang.
Mykola adalah satu dari ratusan warga Desa Yahidne di Chernihiv yang dipaksa oleh tentara Rusia untuk menempati sebuah basemen sebuah bangunan sekolah.