TRIBUNWOW.COM - Tak hanya di Bucha, pembantaian terhadap warga sipil juga terjadi di Borodyanka, Ukraina.
Pimpinan polisi di Borodyanka, Vyacheslav Tsilyurik menyebut tentara Rusia secara membabi buta menembaki warga di Borodyanka.
Sampai saat ini diketahui sudah masuk seribu laporan lebih ke pihak kepolisian tentang kejahatan tentara Rusia.
Baca juga: Ditinggal untuk Mati, Tentara Ukraina Tawanan Rusia Ungkap Kebobrokan Sikap Komandan Perangnya
Baca juga: Temukan Istri hingga Anaknya Dibom di Rumah, Polisi Ukraina: Saya Menangis ketika Melihat Polina
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, diperkirakan kasus kejahatan perang di Borodyanka akan lebih parah dibanding Bucha.
Tsilyurik bercerita, serangan pasukan Rusia awalnya dimulai dengan penembakan terhadap Kota Borodyanka.
Seusai penembakan, tentara Rusia ramai-ramai berdatangan menembaki warga sipil tanpa perlawanan.
Tsilyurik mengaku dirinya dan rekan-rekannya yang tergabung dalam pasukan pertahanan sempat mencoba melakukan serangan balik dan berhasil membunuh delapan tentara Rusia tetapi langsung dibalas oleh pasukan musuh.
Pasukan militer Rusia kemudian membombardir jalanan pusat hingga apartemen delapan lantai yang menyebabkan ada beberapa warga tertimbun reruntuhan.
Setelah bombardir usai, pasukan infantri Rusia datang membawa truk yang digunakan untuk mengangkut jasad warga.
Menurut pengakuan Tsilyurik ada lima wanita dibawa oleh tentara Rusia kemudian dirudapaksa.
Para perempuan itu kemudian ditemukan tewas di sebuah pemakaman massal dan terdapat bekas luka kekerasan seksual.
Jumlah korban jiwa di Borodyanka diketahui mencapai angka 150 orang, namun 50 di antaranya masih hilang dengan status diduga kuat tewas.
Investigator kejahatan perang konflik di Ukraina saat ini masih terus mencari bukti-bukti kejahatan perang, satu di antaranya adalah kuburan massal.
Di Kota Borodyanka sendiri ditemukan empat titik kuburan massal berisi jasad warga yang memiliki bekas luka siksaan, dimutilasi, hingga korban kekerasan seksual.
Seorang anggota polisi Ukraina bernama Ivan Symarov adalah satu dari banyak warga yang menjadi korban serangan tentara Rusia.
Baca juga: Pertama sejak Invasi, Menhan Rusia dan AS Bercakap via Telepon Bahas Gencatan Senjata di Ukraina