Sidang ini adalah persidangan pertama di Ukraina yang mengadili tentara Rusia atas kejahatan perang selama invasi Rusia sejak 24 Februari 2022 lalu.
Persidangan Vadim ramai dihadiri jurnalis, sementara itu terdakwa ditempatkan di sebuah ruangan kaca berukuran kecil.
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, menurut Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova, Vadim membunuh warga sipil atas perintah seseorang.
Perintah tersebut diberikan karena takut warga sipil tersebut akan melaporkan keberadaan tentara Rusia kepada otoritas Ukraina.
Pada akhirnya Vadim melaksanakan perintah tersebut dan membunuh warga sipil yang diketahui telah berusia lanjut.
Venediktova tidak menjelaskan siapa yang memberikan perintah ke Vadim.
Berdasarkan laporan dari Sky News, Vadim tampak ketakutan saat hadir di persidangan.
Ia hanya berbicara singkat yakni untuk mengklarifikasi identitasnya.
Vadim mengiyakan bahwa ia adalah tentara Rusia yang lahir di Rusia, tepatnya di Irkutsk.
Sidang terhadap Vadim diketahui ditunda dan akan dilanjutkan pada 18 Mei mendatang.
Korban Vadim disebut ditembaki saat sedang bersepeda pada bulan Februari lalu, tepatnya empat hari setelah konflik terjadi.
Informasi ini disampaikan oleh Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova.
Saat melakukan invasi, Vadim diketahui tergabung dalam sebuah pasukan tank.
Pada saat mengendarai tank tersebut, Vadim melakukan penembakan terhadap korban di bagian utara Desa Chupakhivka.
Venediktova pernah menyampaikan ada sekira delapan ribu kasus kejahatan perang yang terjadi di seluruh Ukraina.