Konflik Rusia Vs Ukraina

Di Medsos Tersebar Bukti Kejahatan Perang Rusia? Ini Langkah yang Diambil Politisi AS

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Sosial Media

"Mempertimbangkan fakta adanya alat kremasi berjalan berkeliaran di sekitar medan perang bukan hanya untuk menutupi kejahatan perang Rusia, juga untuk jasad tentara mereka," kata Wallace.

Sebelumnya, informasi serupa sempat disampaikan mantan direktur jenderal Royal United Services Institute (RUSI), Michael Clarke.

Dilansir TribunWow.com dari Sky News, Rabu (9/3/2022), disebutkan dalam deretan konvoi tentara Rusia, terdapat kendaraan yang membawa krematorium bergerak.

Alat tersebut difungsikan untuk menghilangkan jejak para tentara Rusia yang gugur di Ukraina.

"Rusia membawa krematorium bersama mereka, krematorium bergerak. Jenazah akan dikremasi di tempat mereka jatuh," kata Clarke.

"Para tentara yang meninggal tidak akan dikembalikan ke rumah, tetapi ibu mereka akan bertanya-tanya di mana keberadaan mereka."

Pihak Ukraina mengatakan Rusia telah kehilangan 11.000 tentara, tetapi menurut yang dapat diverifikasi menyebutkan angka itu baru mendekati 10.000 orang.

Clarke mengatakan perang ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan konflik di Afghanistan.

Saat mengirim pasukan untuk mengatasi konflik, Rusia kehilangan 15.000 tentara dalam waktu sekitar sembilan tahun.

"Hilangnya 15.000 pasukan di tahun 80-an mulai berdampak besar pada opini publik di Uni Soviet, jadi apa efek yang akna terjadi dari kehilangan 10.000 pasukan dalam 10 hari," tutur Clarke.

"Meskipun publik Rusia tidak akan banyak mendengar tentang ini, ibu-ibu tidak tahu apa yang terjadi pada putra mereka."

"Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada anak-anak ini karena tidak ada yang dibawa kembali."

Rusia yang disebut salah mengkalkulasi strategi, terus kehilangan pasukannya.

Clarke pun memprediksi pihak Rusia akan kehabisan pasukan hingga segera mengirim tentara tambahan.

"Saat ini, mereka akan kehabisan pasukan yang tersedia, karena mereka menyediakan sekitar 190.000 pasukan untuk operasi ini," terang Clarke.

Halaman
1234