Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Buru Tentara Khusus SAS Inggris yang Dikerahkan ke Ukraina, Diduga akan Sabotase Militer Rusia

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan). Terbaru, Inggris disebut pernah tolak bantu Ukraina, Minggu (24/4/2022).

Turner mengatakan, dalam kondisi seperti ini akan penting bagi negara-negara barat untuk terus menyuplai senjata ke Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, Turner juga mengingatkan bahwa jalur negosiasi juga harus terus ditempuh demi menghindari jatuhnya korban lebih banyak.

"Rakyat Ukraina sangat menderita dan terus menderita. Ratusan orang terbunuh sejauh yang bisa kita lihat setiap hari," jelas Turner.

Turner mengatakan, para keluarga di Rusia juga merasakan kehilangan yang sama ketika anak mereka gugur di medan perang.

Namun menurut Turner sulit untuk mencapai resolusi yang memuaskan kedua belah pihak.

Turner menyampaikan, Putin dipastikan tidak akan mau menyetujui resolusi jika Rusia tidak memeroleh teritori baru dalam konflik ini.

Terkait kemungkinan penggunaan senjata nuklir, Turner menyampaikan sulit untuk menilai potensi terjadinya penggunaan senjata nuklir.

Turner mengatakan, jika Rusia kalah dalam konflik ini, tak menutup kemungkinan Rusia akan menggunakan senjata nuklir. (TribunWow.com/Via/Anung)

Berita terkait lainnya