Konflik Rusia Vs Ukraina

Putin Buru Tentara Khusus SAS Inggris yang Dikerahkan ke Ukraina, Diduga akan Sabotase Militer Rusia

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan). Terbaru, Inggris disebut pernah tolak bantu Ukraina, Minggu (24/4/2022).

Awal bulan ini, Perdana Menteri Boris Johnson melakukan kunjungan mendadak ke ibukota Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky dan secara pribadi meyakinkannya tentang dukungan Inggris.

Pekan lalu, The Times melaporkan bahwa pasukan SAS juga berada di Kiev untuk melatih rekan-rekan Ukraina mereka untuk menggunakan peluncur rudal anti-tank NLAW Inggris.

Beberapa hari yang lalu, Johnson mengungkapkan bahwa beberapa prajurit Ukraina berada di Inggris, di mana mereka dilatih untuk mengoperasikan 120 kendaraan lapis baja yang disediakan oleh London.

Kelompok ahli Inggris lainnya juga dikabarkan sedang melatih pasukan Kiev di Polandia untuk menggunakan perangkat keras anti-pesawat.

Baca juga: 27 Kru Hilang, Kemenhan Rusia Buka Suara soal Korban Tenggelamnya Kapal Moskva

Baca juga: AS akan Kirim Lagi Rp 11,5 Triliun Bantuan Militer ke Ukraina, Total Jumlah Kini Capai Rp 43 Triliun

Inggris Latih Perang Tentara Ukraina

Ketika konflik terjadi pada 24 Februari 2022, pemerintah Inggris telah memberikan kecaman hingga sanksi ekonomi kepada Rusia untuk membantu Ukraina.

Keterlibatan Inggris dalam konflik antara Rusia dan Ukraina secara perlahan semakin meningkat.

Mulai dari mengirimkan senjata, kini pemerintah Inggris terlibat langsung melatih para tentara Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, puluhan tentara Ukraina saat ini diketahui berada di Inggris untuk mengikuti pelatihan militer.

Informasi ini disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.

"Saya dapat mengatakan bahwa saat ini kita sedang melatih tentara Ukraina di Polandia untuk menggunakan senjata pertahanan anti pesawat," ujar Boris.

Boris menambahkan, pelatihan juga dilakukan di Inggris dengan materi menggunakan kendaraan tempur lapis baja.

Pelatihan dilakukan menggunakan senjata yang didonasikan Inggris kepada Ukraina.

Total ada 120 kendaraan tempur lapis baja yang diberikan oleh Inggris untuk Ukraina.

Eks duta besar Inggris untuk Ukraina, Leigh Turner memastikan babak baru konflik akan berlangsung lama atau berlarut-larut.

Halaman
123