TRIBUNWOW.COM - Pihak Rusia mengatakan akan menyelidiki laporan mengenai pasukan khusus Inggris yang dikerahkan ke Ukraina.
Disebutkan bahwa kelompok militer berketrampilan khusus itu memiliki misi untuk melakukan sabotase terhadap operasi yang diinisiasi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Hal ini diduga terkait pengiriman dan pengoperasian bantuan senjata militer dari Inggris.
Baca juga: Zelensky Peringatkan Warga Ukraina Tak Sembarangan Beri Informasi ke Rusia, Ini Alasannya
Baca juga: Tewaskan Bayi 3 Bulan, Rusia Klaim Serang Odessa untuk Hancurkan Senjata Kiriman Amerika dan EU
Dilansir TribunWow.com dari RT, Sabtu (23/4/2022), Komite Investigasi Rusia menyatakan akan melihat laporan media bahwa para ahli sabotase dari pasukan khusus Angkatan Darat Inggris telah dikerahkan di Ukraina barat.
"Data ini akan diperiksa secara menyeluruh, terutama mengingat fakta bahwa pasukan Special Air Service (SAS) telah memantapkan diri mereka sebagai ahli dalam mengorganisir protes massa, pembunuhan tokoh politik serta mempersiapkan serangan teroris,” kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, sebuah sumber dari pihak keamanan negara mengatakan kepada RIA Novosti sehari lalu mengenai pengiriman pasukan tersebut.
Setidaknya dua kelompok prajurit Inggris telah tiba di pangkalan Angkatan Udara Ukraina di kota Brody di wilayah Lviv.
"Mereka melakukan perjalanan jauh dari kota Hereford di Inggris, di mana markas SAS berada," kata sumber itu.
Setiap kelompok diduga terdiri dari antara 8 hingga 10 petugas, yang mengkhususkan diri dalam sabotase, perang gerilya, dan perekrutan agen untuk bekerja di wilayah musuh.
Menurut sumber tersebut, pakar SAS dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia dalam bidang ini.
"(SAS) Ini bukan pasukan khusus biasa. Mereka adalah kaum intelektual. Di setiap kelompok selalu ada ideologis,semacam profesor, dan sisanya ahli di bidangnya masing-masing,” jelas sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Ia menambahkan bahwa tim sabotase SAS biasanya beroperasi dengan kedok pekerja medis atau kemanusiaan, termasuk kelompok White Helmets, yang aktif selama konflik Suriah.
"Sangat mungkin bahwa spesialis ini tiba untuk meningkatkan keterampilan dan efisiensi pasukan khusus Ukraina dalam mengoordinasikan kegiatan kelompok sabotase mereka di wilayah Ukraina yang saat ini dikendalikan oleh pasukan Rusia,” katanya.
Inggris telah menjadi salah satu pendukung utama dan pemasok senjata Ukraina selama konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.
London telah mengirim senjata mulai dari sistem rudal anti-tank dan anti-pesawat, hingga kendaraan lapis baja ke Kiev.