Terkini Daerah

Keluarga Korban Heran Kasus Guru Ponpes Cabuli 12 Santriwati Baru Viral Sekarang

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HW, guru pesantren di Bandung yang merudapaksa 12 santriwatinya hingga melahirkan 8 bayi.

TRIBUNWOW.COM - Baru-baru ini viral di media sosial (medsos), sebuah kasus pelecehan seksual yang membuat geram masyarakat Indonesia.

HW (36), seorang guru di sebuah pondok pesantren di Bandung, Jawa Barat telah melakukan tindakan asusila terhadap 12 santriwati, bahkan pelaku kini sudah mempunyai delapan anak hasil hubungannya dengan para korban.

Seorang keluarga korban heran mengapa kasus ini baru viral sekarang pada Desember 2021.

HW, guru ngaji bejat yang rudapaksa 12 santriwati di bawah umur hingga hamil. (Istimewa via TribunJabar.id)

Baca juga: Hampir Setiap Hari Cabuli Santriwati, Guru Ucap Ini saat Korban Hamil: Biarkan Dia Lahir

Baca juga: Awal Geger Kasus Guru Cabuli 12 Santriwati, Sengaja Diviralkan di Twitter oleh Netizen

Dikutip dari TribunCirebon.com, diketahui kasus ini telah berlangsung sejak tahun 2016 silam.

Namun baru pada Desember 2021 diviralkan oleh seorang netizen.

AN (34) selaku keluarga korban mengaku bersyukur kasus ini kini viral.

"Dulu saya sempat bertanya-tanya kenapa kasus ini tidak ada kejelasan tapi sekarang alhamdulillah sudah viral, biar semua ikut memantau, biar hukum ditegakan seadil-adilnya," ujar AN saat diwawancarai Tribunjabar.id, Kamis (9/12/2021).

"Enam bulan saya berjuang, enam bulan itu lama, korban sudah menderita sangat panjang, kenapa baru sekarang pas mau vonisan baru rame, saya minta keadilan seadil-adilnya," ungkapnya.

Pada saat kasus ini belum viral, AN mengaku kesulitan hanya untuk sekadar mencari informasi terbaru tentang perkembangan kasus.

"Saya warga Garut, tidak punya kenalan siapa-siapa di Bandung, mau nanya soal proses hukum juga ke siapa, saya tidak pernah tahu perkembangan terkini," ucap AN.

Kasus ini kini masih diproses di tahap Pengadilan Negeri Bandung dengan agenda menghadirkan saksi-saksi.

HW hampir setiap hari selalu melakukan tindakan asusila ke para korbannya.

Dikutip dari TribunJabar.id, para santriwati yang menjadi korban HW, semuanya masih di bawah umur.

Ketika ada korban yang mengadu ke pelaku karena hamil, pelaku bereaksi dengan tenang.

"Biarkan dia lahir ke dunia, bapak bakal biayai sampai kuliah, sampai dia mengerti, kita berjuang bersama-sama," kata HW dikutip dari berkas dakwaan jaksa.

Halaman
123