Pembunuhan di Subang

Sepakat dengan Kapolda Jabar, Pengacara Nilai Danu Tak Bisa Disebut sebagai Saksi Kunci

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Achmad Taufan Soedirjo (tengah) selaku kuasa hukum Danu (kanan) memberikan penjelasan soal hasil pemeriksaan polisi, Kamis (25/11/2021).

TRIBUNWOW.COM - Pengacara Danu, Achmad Taufan Soedirjo menyebut bahwa Danu tidak bisa disebut sebagai saksi kunci dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat. 

Danu, dianggap sama dengan orang yang berstatus saksi lainnya.

"Semuanya punya komposisi yang sama," katanya dalam kanal Youtube Heri Susanto, Jumat (3/12/2021). 

Baca juga: Ungkap Alasan Bantu Kasus Subang Tanpa Dibayar, Pengacara Yoris dan Danu Ternyata Pengusaha Minyak

Baca juga: Kasus Subang, Kuasa Hukum Akui Ponsel hingga Stik Golf Yosef Belum Dikembalikan Polisi, Kenapa?

Menurut dia, pihak yang pantas di sebut saksi kunci adalah orang yang melihat langsung kejadian di TKP. 

Artinya, dalam kasus Subang tidak bisa dibilang ada saksi kunci.

"Kalau saksi kunci itu lebih kepada orang yang melihat pelaku melakukan sesuatu," ujarnya. 

Hal ini ia sampaikan ketika ditanya tentang fakta keberadaan banpol. 

Pasalnya, banyak yang mengasumsikan jika banpol sebenarnya bisa menjadi saksi kunci dalam hal itu. 

Namun, menurut Achmad banpol juga tidak bisa dibilang saksi kunci terlepas apa perannya dalam kasus Subang. 

Karena itu ia berharap agar oknum banpol ini bisa diperiksa dan dijadikan bahan penyelidikan oleh polisi. 

Baca juga: 107 Hari Misteri Kasus Subang, Pengacara Ungkap HP dan Sejumlah Barang Yosef Masih Ditahan Penyidik

"Tetapi yang sebenarnya bagus adalah segera periksa banpol tersebut, apa dan kenapa, tujuannya apa masuk ke TKP," katanya. 

Seperti diketahui bahwa banpol itu merupakan pihak yang mengajak Danu masuk ke TKP kasus Subang sehari setelah jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23). 

Banpol itu juga disebut memiliki kunci TKP sehingga bisa leluasa masuk ke sana. 

Selain diminta masuk, Danu juga diminta untuk menguras bak mandi yang ada di kasus Subang. 

Padahal, bak mandi itu diduga menjadi tempat pelaku memandikan jenazah korban sebelum dipindahkan ke bagasi mobil Alphard.

Danu sendiri bisa diminta masuk ke TKP karena sedang diminta mengawasi TKP oleh keluarga korban, saat itu, ia menghampiri banpol yang hendak masuk ke TKP. 

"Seandainya saat itu enggak ada Danu, dia tetap akan masuk dong, dan dia tetap akan menguras kamar mandi sendiri dong, nah itu yang perlu ditelusuri," ujarnya.

Tak Jadi Materi Pemeriksaan 

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat menyatakan bahwa oknum banpol yang dimaksud Danu adalah fiktif.

Hal itu, bahkan tidak menjadi pemeriksaan Danu saat terakhir diperiksa sebagai saksi pada Kamis (25/11/2021).

Halaman
12