Virus Corona

Vietnam Kembangkan Vipdervir Obat Herbal untuk Pasien Covid-19, Bahan Utamanya Banyak di Indonesia

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Daun Sambiloto. Daun sambiloto menjadi bahan obat herbal Covid-19 yang sedang dikembangkan di Vietnam.

TRIBUNWOW.COM -  Vietnam tengah mengembangkan obat herbal untuk terapi Covid-19 yang diberi nama Vipdervir.

Herbal tersebut telah masuk tahap uji praklinis di Akademi Sains dan Teknologi Vietnam dan hasilnya dikatakan memuaskan.

Tahapan selanjutnya untuk melakukan uji klinis juga sudah disetujui otoritas setempat. 

Baca juga: Hindari saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Kebiasaan yang Berdampak Buruk bagi Paru-paru

Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Manfaat Herbal Pegagan bagi Kesehatan

Sambil mengumumkan persetujuan untuk uji klinis, Dewan Etik Nasional Riset Biomedis Kementerian Kesehatan Vietnam bahkan memuji hasil studi uji praklinis Vipdervir.

"“Kami berharap produk ini akan dilisensikan pada akhir tahun ini,” kata Deputi Direktur Departemen Diklat Iptek Kementerian Kesehatan, Dr. Nguyen Ngo Quang, dikutip dari Vietnam Net Global. Kamis (12/8/2021). 

Dia juga menyebutkan keuntungan dari proses uji klinis ini adalah jumlah pasien Covid-19, terutama yang bergejala ringan dan sedang, sangat banyak. 

Kemudian Vipdervir benar-benar terbuat dari herbal, dan merupakan produk obat tradisional, sehingga kemungkinan akan banyak yang bersedia menjadi partisipan karena dinilai lebih aman.

Periode penelitian klinis dijadwalkan sekitar 2-3 bulan, dan kemudian diperlukan tambahan 1-2 bulan bagi para ilmuwan untuk memberikan kesimpulan pada penelitian.

Hasil studi praklinis menunjukkan bahwa Vipdervir aman dan efektif dalam menghambat pertumbuhan virus SARS-CoV-2, meningkatkan kekebalan pada model eksperimental.

Baca juga: Keluhan Berkepanjangan setelah Isolasi Mandiri, Kenali 14 Gejala Long Covid yang Sering Terjadi

Menurut Dr. Le Quang Huan, yang merupakan ketua tim peneliti, disebutkan jika tim peneliti menggunakan teknologi bioinformatika untuk menyaring bahan aktif utama dalam herbal.

Dengan begitu daya ikat kuat terhadap molekul yang terlibat dalam invasi dan proliferasi virus SARS-CoV-2.

Mereka juga menggabungkan dokumen medis kuno dan modern serta publikasi internasional terkini untuk menciptakan produk dengan efisiensi perawatan tertinggi.

Atas dasar itu, Vipdervir diduga dapat mencegah pelekatan virus ke sel inang, dan menghambat replikasi virus sekaligus mengaktifkan sel imun sehingga mereka mengenali, memblokir, dan menghilangkan partikel virus.

Mekanisme tersebut memiliki efek sinergis untuk membantu mencegah dan mengobati Covid-19.

Kini makalah uji praklinis tersebut juga sudah dipublikasikan di Journal of Nanomedicine & Nanotechnology, dan bisa diakses di laman Longdom Publishing. 

Halaman
12