Virus Corona

Hindari saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Kebiasaan yang Berdampak Buruk bagi Paru-paru

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Unggahan seorang dokter bernama Dr. Anne Gabriel-Chan menunjukkan hasil rontgen paru-paru orang yang terinfeksi covid-19, yang vaksin dan yang tidak vaksin. Ada sejumlah kebiasaan yang diketahui bisa berdampak buruk bagi pasien Covid-19.

TRIBUNWOW.COM - Paru-paru merupakan organ yang paling rentan diserang oleh virus penyebab Covid-19. 

Pasien bisa mengalami kerusakan paru-paru bahkan ketika mereka tidak merasakannya atau pada pasien Covid-19 tanpa gejala.

Komplikasi yang bisa terjadi jika paru-parunya sudah mengalami masalah adalah pneumonia dan fibrosis pada paru. 

Dalam kondisi parah, kerusakan paru-paru juga akan menyebabkan gejala berkepanjangan dan membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.

Untuk itu pasien yang menjalani isolasi mandiri dianjurkan untuk menjaga paru-parunya dengan baik dengan mengonsumsi makanan bergizi dan hidrasi yang cukup. 

Bahkan ketika merasa sehat saat terinfeksi Covid-19 juga dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan paru, atau bisa memilih untuk melakukan rontgen dada. 

Selain itu ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari selama isolasi mandiri karena bisa memperburuk kondisi paru-paru. 

Baca juga: Bisa Tingkatkan Imun saat Isolasi Mandiri Covid-19, Kenali Manfaat Herbal Pegagan bagi Kesehatan

Baca juga: Keluhan Berkepanjangan setelah Isolasi Mandiri, Kenali 14 Gejala Long Covid yang Sering Terjadi

Kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan paru-paru, di ataranya adalah:

1. Merokok

Dilansir dari Medical Access, dikatakan jika merokok memiliki efek negatif langsung pada kapasitas paru-paru.

Merokok juga berefek terhadap seberapa banyak udara kaya oksigen yang dapat ditampung oleh paru-paru.

Baca juga: Tidak Repot, WHO Beri Tips Makan Sehat untuk Pasien Covid-19 selama Isolasi Mandiri

Saat sedang merokok, struktur paru-paru akan berubah, membuat paru-paru lebih sulit untuk mengembang dan berkontraksi seperti biasanya saat bernapas.

Faktanya, merokok mengubah paru-paru di setiap tingkat, sampai ke silia kecil dan kapiler yang bekerja untuk membawa oksigen dan membuang racun.

Merokok juga meningkatkan peradangan di paru-paru.

Ketika peradangan terjadi, paru-paru akan menghasilkan lebih banyak lendir, mengganggu kapasitas paru-paru dan pertukaran oksigen.

Halaman
123