Konflik di Afghanistan

Qatar Desak Taliban Tepati Janji, Harapkan Segera Bisa Buka Bandara Kabul agar Warga Bisa Pergi

Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bandara Kabul, Afghanistan. Saat ini, Qatar bekerja sama dengan Taliban untuk bisa segera membuka kembali bandara Kabul pada Kamis (2/9/2021).

TRIBUNWOW.COM – Menter Luar Negeri Qatar mengonfirmasi akan bekerja sama dengan Taliban untuk membuka kembali bandara Kabul sesegera mungkin pada Kamis (2/9/2021).

Qatar mendesak Taliban untuk menepati janji mereka agar mengizinkan warga Afghanistan pergi meninggalkan negara itu begitu bandara berfungsi.

"Kami bekerja sangat keras (dan) kami tetap berharap bahwa kami akan dapat mengoperasikannya sesegera mungkin," kata Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, dikutip dari The Straits Time pada Kamis (2/9/2021).

Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani pada konferensi pers di Doha (YouTube/Al Jazeera English)

Baca juga: Amerika Serikat Resmi Tinggalkan Kabul, Taliban Rayakan dengan Klaim Kemerdekaan dan Kembang Api

Baca juga: Joe Biden Tepati Janji, Amerika Serikat Resmi Tarik Lebih dari 100 Ribu Pasukannya di Afghanistan

Qatar mengharapkan pembukaan bandara bisa dilakukan beberapa hari ke depan.

"Sangat penting bahwa Taliban menunjukkan komitmen mereka untuk memberikan jalan yang aman dan kebebasan bergerak bagi rakyat Afghanistan," tambahnya dalam konferensi pers di Doha.

Tim ahli dari Qatar telah mendarat di Bandara Kabul pada Rabu (1/9/2021).

Qatar akan membantu pembukaan bandara kembali sehingga bantuan luar negeri juga dapat masuk ke Afghanistan, dilansir dari Daily Mail pada Kamis (2/9/2021).

Afghanistan mengalami krisis setelah pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban yang dikhawatirkan akan berlangsung lama karena kelompok itu belum juga membentuk kabinet baru hingga saat ini.

Cadangan uang tunai sangat menipis, kekurangan pangan membuat harga melonjak, pekerja terampil melarikan diri dan ekonomi berada di ambang kehancuran.

Baca juga: Sebut Biden Harus Minta Maaf, Donald Trump: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan adalah Penghinaan

Baca juga: Pesawat Militer dengan Pengungsi dari Afghanistan Tiba di Korea Selatan di Tengah Amandemen UU

Taliban berfokus untuk menjaga bank, rumah sakit dan sarana pemerintah agar dapat berjalan bahkan ketika ribuan orang melintasi perbatasan ke Iran, Pakistan dan negara-negara Asia Tengah.

Qatar bekerja sama dengan Taliban untuk mengidentifikasi apa saja risiko yang mungkin muncul ketika memutuskan untuk membuka kembali bandara.

Bandara Internasional Hamid Karzai sebelumnya ditutup untuk umum sejak 16 Agustus 2021, sehari setelah Taliban menguasai kota.

Qatar menjadi negara pertama yang mendarat di Kabul setelah Amerika Serikat menyelesaikan evakuasi dan meninggalkan Afghanistan pada Selasa (31/8/2021). (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait konflik Afghanistan lain