Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Amerika Serikat Resmi Tinggalkan Kabul, Taliban Rayakan dengan Klaim Kemerdekaan dan Kembang Api

Zabihullah Mujahid mengklaim Afghanistan telah mencapai kemerdekaan melalui akun Twitternya dan ada kembang api sebagai perayaan malam

AFP
Pejuang Taliban berdiri di atas kendaraan polisi yang rusak di sepanjang pinggir jalan di Kandahar, Afganistan, pada 13 Agustus 2021. 

TRIBUNWOW.COM – Seorang juru bicara senior Taliban, Zabihullah Mujahid mengklaim Afghanistan telah mencapai kemerdekaan penuh melalui akun Twitternya setelah Amerika Serikat (AS) selesaikan evakuasi di bandara Kabul pada Selasa (31/8/2021) pagi.

Klaim Zabihullah dituliskan dalam akun Twitter resminya @Zabehulah_M33 dan telah disukai lebih dari seribu orang.

Malam ini pukul 12 (waktu Afghanistan), pasukan Amerika terakhir telah pergi dari (bandara Kabul) dan negara kita memperoleh kemerdekaan penuh, pujian dan syukur kepada Tuhan,” tulis Zabihullah Mujahid.

Klaim Zabihullah Mujahid atas kemerdekaan penuh Afghanistan melalui akun Twitter resminya @Zabehulah_M33 pada Selasa, (31/8/2021).
Klaim Zabihullah Mujahid atas kemerdekaan penuh Afghanistan melalui akun Twitter resminya @Zabehulah_M33 pada Selasa, (31/8/2021). (Twitter/@Zabehulah_M33)

Baca juga: Joe Biden Tepati Janji, Amerika Serikat Resmi Tarik Lebih dari 100 Ribu Pasukannya di Afghanistan

Dilansir dari laporan koresponden BBC, langit Kabul dipenuhi dengan kembang api dan suara tembakan perayaan milik Taliban ketika pesawat terakhir AS lepas landas dari bandara Hamid Karzai, Kabul setelah hampir 20 tahun terlibat dalam konflik Afghanistan pada Senin, (30/8/2021).

Kontrol bandara diserahkan kepada Taliban yang masih berada dalam proses membentuk susunan kabinet untuk pemerintahan baru mereka.

Belum dapat dipastikan kapan bandara Kabul dapat dibuka kembali untuk penerbangan komersial dan bagaimana Taliban menegakkan komitmennya.

Baca juga: Sosok Zarifa Ghafari, Wali Kota di Afghanistan yang Sempat Pasrah Dibunuh Taliban, Begini Nasibnya

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bahwa legitimasi atau dukungan Taliban harus 'diperoleh' dan Washington DC akan memegang janji yang mengizinkan orang-orang dapat bebas meninggalkan Afghanistan, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera pada Selasa, (31/8/2021).

Blinken membuat pernyataan itu setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan menyusul pengambilalihan Taliban.

AS kini telah mengalihkan misi diplomatik Afghanistan ke Qatar.

Baca juga: Pesawat Militer dengan Pengungsi dari Afghanistan Tiba di Korea Selatan di Tengah Amandemen UU

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada tentara AS yang telah bertugas dalam misi 20 tahun di Afghanistan dan membantu proses evakuasi warga melalui keterangan tertulis pada Senin, (30/8/2021).

Biden juga mengungkapkan rasa terima kasih atas pengorbanan 13 anggota militer AS yang gugur pada serangan bom bunuh diri ISIS-K pekan lalu dalam akhir pernyataannya. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita terkait konflik Afghanistan lain

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved