Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Sebut Biden Harus Minta Maaf, Donald Trump: Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan adalah Penghinaan

Donald Trump mengungkapkan Joe Biden haruslah meminta maaf kepada seluruh dunia atas penarikan militer Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan

Tayang:
Penulis: Alma Dyani Putri
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube/BBC
Donald Trump dan Joe Biden dalam debat pertama calon presiden Amerika Serikat (29/9/2020). Saat ini, Trump menganggap Biden harus meminta maaf kepada seluruh dunia atas penarikan militer Amerika Serikat (AS) dari Afghanistan pada Selasa (31/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan Presiden AS Joe Biden harus meminta maaf kepada seluruh dunia atas penarikan militer AS dari Afghanistan yang dianggapnya sebagai penghinaan bagi bangsa pada Selasa (31/8/2021).

Dikutip dari Daily Mail, Trump mengungkapkan komentarnya melalui telepon dengan Fox Business Network dan ditayangkan beberapa jam sebelum Biden melaksanakan pidatonya di Gedung Putih pada Selasa kemarin.

"Penarikan itu adalah bencana," kata Trump kepada Stuart Varney, pembawa acara Fox Business Network.

Presiden Biden menyampaikan pernyataan tentang akhir Perang di Afghanistan pada Selasa (31/8/2021).
Presiden Joe Biden menyampaikan pernyataan tentang akhir Perang di Afghanistan pada Selasa (31/8/2021). (YouTube/The White House)

Baca juga: Joe Biden Tepati Janji, Amerika Serikat Resmi Tarik Lebih dari 100 Ribu Pasukannya di Afghanistan

Baca juga: Soal Bom Bunuh Diri di Kabul, Trump Caci Biden Sebut Telanjur Ambil Keputusan Paling Konyol

"Penarikan itu merupakan penghinaan mutlak bagi AS dan para jenderal benar, lebih dari itu (dia) harus mengundurkan diri," katanya mengacu pada surat dari pejabat senior yang mengkritik penarikan militer AS dan mengatakan Menteri Pertahanan, Lloyd Austin serta Ketua Badan Staf Gabungan, Mark Milley harus mengundurkan diri.

Trump juga menyatakan Biden harus meminta maaf kepada AS dan seluruh dunia.

Selain itu, Trump mengecam sikap Biden yang terlalu sering melihat arlojinya ketika menghadiri pemindahan secara hormat pasukan AS yang tewas dalam serangan bom bunuh diri ISIS-K.

"Dia terus melihat arlojinya kemarin," kata Trump tentang kunjungan Biden ke Pangkalan Udara Dover pada Minggu lalu.

“(Biden) melihat arlojinya seperti (mengatakan) keluarkan saya dari sini, saya ingin pulang, keluarkan saya. Berapa kali dia melihat arlojinya ketika dia melakukan itu kemarin? Itu memalukan," tambahnya.

Sementara itu, Joe Biden membela keputusannya untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan dan berpegang teguh pada tenggat waktu yang telah ditentukan hingga membuatnya mampu memulangkan lebih dari 200 orang AS serta ribuan warga Afghanistan, melalui pidatonya pada Selasa (31/8/2021).

"Saya tidak akan memperpanjang perang ini selamanya dan saya tidak akan memperpanjang jalan keluar," kata Biden setelah menyatakan perang di Afghanistan sudah berakhir, sebagaimana dilansir dari BBC pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Ledakan Dekat Bandara Kabul Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 13 Tentara AS, Joe Biden Bereaksi

Baca juga: Tanggapan Joe Biden Menyusul Viralnya Video Warga Afganistan Cegat Pesawat: Mempertahankan Keputusan

Biden telah dikritik oleh AS dan sekutunya atas keputusannya menarik militer AS secara tiba-tiba dan menyebabkan keruntuhan pasukan keamanan Afghanistan yang sudah dilatih sebelumnya.

Namun, bertahan di Afghanistan dianggap bukan pilihan yang baik.

Biden mengungkapkan AS tidak memiliki kepentingan vital lagi di Afghanistan dan ingin mulai meningkatkan aktivitas diplomasi serta kerja sama internasional dibandingkan militer untuk menghadapi musuh seperti China dan Rusia.

Biden juga memuji pasukan evakuasi AS dan berjanji akan melanjutkan upaya untuk membawa keluar orang-orang Amerika yang masih di Afghanistan.

Pihak Gedung Putih berharap AS dapat berterima kasih atas apa yang dicapai Biden saat ini. (TribunWow.com/Alma Dyani P)

Berita Konflik di Afghanistan lain

Tags:
Donald TrumpJoe BidenAmerika SerikatAfganistanTalibanISIS-K
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved