Breaking News:

Konflik di Afghanistan

Soal Bom Bunuh Diri di Kabul, Trump Caci Biden Sebut Telanjur Ambil Keputusan Paling Konyol

Eks presiden AS Donald Trump mencerca habis-habisan Joe Biden seusai tragedi bom bunuh diri di Kabul yang menewaskan 13 tentara AS.

Kolase the-sun.com dan YouTube CBS News
mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mencaci maki habis Presiden Joe Biden terkait tragedi bom bunuh diri di dekat bandara Kabul, Afghanistan telah menewaskan sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika Serikat (AS), Kamis (26/8/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Tragedi bom bunuh diri di dekat bandara Kabul, Afghanistan telah menewaskan sebanyak 60 warga Afghanistan dan 13 tentara Amerika Serikat (AS), Kamis (26/8/2021).

Ratusan orang juga diketahui mengalami luka-luka akibat tragedi ini.

Menanggapi insiden ini, mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mencaci maki habis Presiden Joe Biden yang ia cap tidak bisa berbuat apa-apa sebagai seorang kepala negara.

Baca juga: BIN Akui Pantau Netizen di Medsos terkait Taliban: Kita Lebih Baik Mencegah

Baca juga: Ledakan Dekat Bandara Kabul Tewaskan 60 Warga Afghanistan dan 13 Tentara AS, Joe Biden Bereaksi

Dikutip TribunWow.com dari the-sun.com, Jumat (27/8/2021), Trump menyatakan tragedi ini tidak seharusnya terjadi jika ia dulu tetap menjabat sebagai presiden.

Seperti yang diketahui, Partai Republik telah mengkritisi keras langkah Biden menarik pasukan AS dari Afghanistan sebelum para warga sipil keluar dari negara tersebut.

"Ini sangat menyedihkan, dari sudut pandang strategi militer mungkin merupakan hal paling memalukan yang pernah dilakukan oleh negara kita (AS)," ujar Trump.

Trump juga mencaci Biden yang ia anggap telah membuat blunder fatal dan parah.

"Ini adalah hal terbodoh, saya pikir ini merupakan langkah paling bodoh yang pernah dibuat sepanjang sejarah negara kita, membiarkan tragedi ini terjadi, menarik pasukan militer keluar," ucap Trump.

Sebelum mencaci Biden, Trump lebih dulu menyatakan bela sungkawa terhadap keluarga para prajurit militer AS yang ditinggalkan.

Dua ledakan ini diyakini merupakan ledakan bom bunuh diri yang dilakukan oleh ISIS-Khorasan atau ISIS-K, cabang dari 'Negara Islam' dari Provinsi Khorasan.

Pelaku bom bunuh diri ini menyerang di dekat Hotel Baron, tempat Inggris memproses warganya dan penduduk Afghanistan yang hendak dievakuasi.

Biden Tak akan Ampuni ISIS

Sementara itu, Presiden AS, Joe Biden berjanji akan membuat kelompok militan ISIS membayar dua ledakan bom bunuh diri tersebut.

Berdasarkan laporan ITV, Joe Biden menyebut tak akan memaafkan perbuatan kelompok militan ISIS-K tersebut.

"Hati kami sakit untuk semua keluarga Afghanistan yang kehilangan orang yang mereka cintai, termasuk anak-anak kecil."

"Bagi mereka yang melakukan serangan ini, serta siapa pun yang ingin membahayakan Amerika, kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan, kami akan memburu Anda dan membuat Anda membayar."

"Teroris ISIS ini tidak akan menang," ucapnya.  (TribunWow.com/Anung/Tami)

Berita lain terkait Afghanistan

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved