Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut nama menteri yang dianggap layak direshuffle tersebut berkaitan dengan program selama pandemi.
"Ini kalau diasumsikan atau dikaji lebih dalam, nama-nama ini (yang dianggap layak reshuffle) sebetulnya adalah nama-nama yang berkaitan dengan program-program selama pandemi," jelas Dedi, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).
Dedi menjelaskan, survei yang dilakukan IPO tersebut bertajuk 'Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024'.
Selain menteri yang paling layak direshuffle, survei tersebut melakukan riset terkait menteri dengan kinerja terbaik.
Menurut Dedi, IPO melibatkan 1.200 responden dan berlangsung sejak 10 Maret hingg awal April 2021.
Akurasi data hasil survei disebutnya mencapai 97 persen dan presentase eror pengambilan sampel 2,5 persen.
Baca juga: Pandangan M Qodari soal Isu Reshuffle terhadap Moeldoko dan Mentan Syahrul Yasin Limpo
Baca juga: Tanggapan Sahroni soal NasDem Dinilai Tak Sejalan dengan Pemerintah hingga Isu Adanya Reshuffle
Daftar menteri yang dianggap layak reshuffle:
1. Yasonna Laoly 54,0 persen
2. Ida Fauziah 46,0 persen
3. Zainuddin Amali 41,2 persen
4. Tjahjo Kumolo 34,0 persen
5. Johnny Plate 29,0 persen
6. Teten Masduki 28,5 persen
7. Syahrul Yasin Limpo 27,0 persen
8. Siti Nurbaya 23,8 persen
9. Airlangga Hartanto 19,3 persen
10. Arifin Tasrif 19,0 persen
11. Bintang Darmawati 15,0 persen
12. Sofyan Djalil 12,1 persen
13. Luhut Panjaitan 9,8 persen
14. Nadiem Makarim 9,7 persen
15. Muhadjir Effendy 9,1 persen (TribunWow.com/Brigitta/Tami)
Baca berita terkait reshuffle kabinet lainnya