TRIBUNWOW.COM - Ketua Relawan Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer menyebut ada lima menteri dalam Kabinet Indonesia Maju yang layak dirombak atau reshuffle.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (13/4/2021).
Diketahui sebelumnya beredar isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan merombak kabinetnya kembali, bahkan membuka opsi akan menggabungkan dua kementerian.
Baca juga: Deretan Menteri yang Dianggap Layak Direshuffle Menurut Survei IPO, Yasonna Laoly di Urutan Pertama
Immanuel memprediksi isu tersebut akan segera diwujudkan kepala negara karena memang dibutuhkan sesuai kondisi negara saat ini.
"Maraknya isu reshuffle kabinet hari ini saya rasa ini akan menjadi kenyataan," komentar Immanuel Ebenezer.
"Reshuffle jilid dua sepertinya menjadi kebutuhan buat pemerintahan Jokowi periode kedua dan terakhir ini," lanjutnya.
Ia menyebut ada beberapa nama yang dirasa layak terkena reshuffle.
"Kita lihat dari beberapa menteri yang layak dicopot atau di-reshuffle sekitar lima sampai tujuh," ungkapnya.
Immanuel membeberkan lima nama paling atas yang menurutnya patut diganti, yakni sebagai berikut.
1. Menteri Sekretariat Negara, Pratikno
2. Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfhi
3. Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil
4. Menteri Kominfo, Johnny G. Plate
5. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo
"Dari lima ini, kita lihat mereka memiliki track record kinerja yang buruk," ungkapnya.
Baca juga: Pasrahkan Nasib Johnny Plate dan Yasin Limpo ke Jokowi, NasDem Ungkap Kinerja Positif Keduanya
Immanuel memberi contoh pada kinerja Menteri Sekretariat Negara Pratikno yang dianggapnya memberi informasi yang salah kepada presiden.
Misalnya pada omnibus law RUU Cipta Kerja, Immanuel menyebut kesalahan Pratikno yang menyampaikan ada beberapa pasal salah ketik.
"Soal Pratikno kita lihat ada beberapa blunder informasi yang disampaikan ke presiden berkaitan dengan omnibus law," singgung relawan pendukung Jokowi tersebut.
"Omnibus law itu Pratikno menyampaikan kesalahan beberapa pasal salah ketik. Ini 'kan bahaya, orang pejabat menyampaikan ke publik itu salah ketik," lanjutnya.
"Artinya secara moral dan akademi ini memalukan," komentar Immanuel.
Ia menyinggung persoalan lain, yakni Perpres Investasi Industri Miras.
Menurut Immanuel, lolosnya perpres tersebut membuat presiden dirundung habis-habisan.
"Kedua, persoalan Perpres Miras juga kok bisa lolos? Akhirnya presiden di-bully seakan-akan presiden pro miras," katanya.
Lihat videonya mulai dari awal:
Daftar Menteri yang Layak Direshuffle Menurut IPO
Isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo dan sang wakil, Ma'ruf Amin, kembali menyeruak.
Dilansir TribunWow.com, sejumlah lembaga survei telah melakukan riset terkait sosok menteri yang layak direshuffle.
Satu di antara lembaga tersebut yakni Indonesia Political Opinion (IPO).
Baca juga: Relawan Jokowi Ingin 5 Menteri Ini Di-Reshuffle, Sebut Pratikno Sudah Blunder 3 Kali
Baca juga: Bocoran Ngabalin soal Reshuffle Kabinet Jokowi, Sebut Bakal Dilakukan dalam Waktu Dekat: Pekan Ini
Dari survei IPO, nama Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly berada di urutan teratas.
Sementara itu, posisi kedua ditempati oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyebut nama menteri yang dianggap layak direshuffle tersebut berkaitan dengan program selama pandemi.
"Ini kalau diasumsikan atau dikaji lebih dalam, nama-nama ini (yang dianggap layak reshuffle) sebetulnya adalah nama-nama yang berkaitan dengan program-program selama pandemi," jelas Dedi, dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).
Dedi menjelaskan, survei yang dilakukan IPO tersebut bertajuk 'Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024'.
Selain menteri yang paling layak direshuffle, survei tersebut melakukan riset terkait menteri dengan kinerja terbaik.
Menurut Dedi, IPO melibatkan 1.200 responden dan berlangsung sejak 10 Maret hingg awal April 2021.
Akurasi data hasil survei disebutnya mencapai 97 persen dan presentase eror pengambilan sampel 2,5 persen.
Baca juga: Pandangan M Qodari soal Isu Reshuffle terhadap Moeldoko dan Mentan Syahrul Yasin Limpo
Baca juga: Tanggapan Sahroni soal NasDem Dinilai Tak Sejalan dengan Pemerintah hingga Isu Adanya Reshuffle
Daftar menteri yang dianggap layak reshuffle:
1. Yasonna Laoly 54,0 persen
2. Ida Fauziah 46,0 persen
3. Zainuddin Amali 41,2 persen
4. Tjahjo Kumolo 34,0 persen
5. Johnny Plate 29,0 persen
6. Teten Masduki 28,5 persen
7. Syahrul Yasin Limpo 27,0 persen
8. Siti Nurbaya 23,8 persen
9. Airlangga Hartanto 19,3 persen
10. Arifin Tasrif 19,0 persen
11. Bintang Darmawati 15,0 persen
12. Sofyan Djalil 12,1 persen
13. Luhut Panjaitan 9,8 persen
14. Nadiem Makarim 9,7 persen
15. Muhadjir Effendy 9,1 persen (TribunWow.com/Brigitta/Tami)
Baca berita terkait reshuffle kabinet lainnya